Baner
Hari Ini!  Jum'at, 3 September 2010
Home Lampung Raya Lamtim - Lamsel Adik Rizki Juga Diduga Menderita Cerebral Palsy

Adik Rizki Juga Diduga Menderita Cerebral Palsy


Share |
E-mail Cetak PDF
Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
SUKADANA – Cobaan terus mendera keluarga Susanto (45) dan Rianti (37), warga Dusun IX, Desa Margototo, Kecamatan Metrokibang, Lampung Timur. Sandi Maulana (16 bulan) juga diduga menderita cerebral palsy (CP) seperti kakaknya Muhammad Rizki (11).
Sayangnya, keluarga menolak Rizki dan Sandi menjalani rawat inap di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sukadana. Padahal, dua petugas Puskesmas Metrokibang telah membawa keduanya ke RSUD Sukadana guna menjalani pemeriksaan pukul 11.00 WIB kemarin. Susanto dan Rianti memilih untuk merawat mereka di rumah.
Dokter Suwardi yang bertugas di Unit Gawat Darurat RSUD Sukadana menjelaskan, sebagai tahap awal, pihaknya telah mengambil foto rontgen kedua bocah tersebut. Dari hasil diagnosis, Rizki dan Sandi memang menderita CP.
Untuk Rizki, kondisinya sudah telanjur parah. Sebab, dia telah mengalami kelumpuhan dan ototnya sudah atropi (kaku). Sehingga, RSUD berencana memperbaiki gizi Rizki dan untuk perawatan lebih lanjut akan dirujuk ke RSUD dr. Hi. Abdul Moeloek Bandarlampung.
Sedangkan untuk Sandi Maulana, dari hasil diagnosis, masih ada kemungkinan untuk dipulihkan. Sebagai tahap awal, yang dapat dilakukan adalah perbaikan gizinya. Untuk itu, RSUD Sukadana menawarkan agar kedua bocah itu menjalani rawat inap.
Ternyata, kedua orang tuanya menolak, dengan alasan tidak memiliki biaya. Padahal, pihak rumah sakit memastikan tidak memungut biaya pengobatan dan rawat inap terhadap kedua bocah tersebut. Namun, mereka tetap menolak, dengan alasan bila kedua anaknya dirawat, harus ada yang menunggunya. Sedangkan selama menunggu tersebut, mereka tetap membutuhkan biaya untuk makan.
Persoalan lain, bila harus menunggu di rumah sakit, tidak ada yang mencari nafkah untuk anak pertama mereka.
Pihak RS kembali berusaha meyakinkan, untuk biaya menunggu pasien, Pemkab Lamtim telah menganggarkan dana jamkesmasda. ’’Orang tua kedua bocah tersebut tetap menolak dan memilih merawat di rumah,’’ papar Suwardi.
    Akhirnya, Suwardi meminta kepada Bidan Dian dan Eka Rozalin selaku ahli gizi Puskesmas Metrokibang yang membawa kedua bocah tersebut ke RSUD Sukadana untuk terus mengawasi perkembangan kesehatannya. ’’Kami khawatir bila tidak segera ditangani, kondisi Sandi akan seperti Rizki,’’ lanjut Suwardi.  
Diberitakan sebelumnya, dalam kondisi normal, bocah seusia Rizki rata-rata memiliki berat badan 25–30 kg. Sedangkan di usia 11 tahun, berat badan Muhammad Rizki hanya 7 kg. Dalam kondisi tersebut, Rizki sangat tergantung orang tua dan kakaknya. Sebab, bocah malang itu tidak sanggup menggerakkan tangan maupun kakinya yang terlihat hanya tulang dibungkus kulit. (*)

Add comment


Security code
Refresh

:: Rakyat Lampung | Trans Lampung | Radar Lamteng | Radar Kotabumi ::
:: Radar Lamsel | Radar Lambar | Radar Tuba | Radar Tanggamus | Radar Metro ::