Baner
Hari Ini!  Jum'at, 3 September 2010
Home Lampung Raya Tanggamus - Pesawaran Dua Balita Menderita Gizi Buruk

Dua Balita Menderita Gizi Buruk


Share |
E-mail Cetak PDF
Penilaian Pengunjung: / 1
TerjelekTerbaik 
KELUMBAYAN – Kekurangan ekonomi diduga menjadi penyebab dua balita di Pekon Napan, Kecamatan Kelumbayan, Tanggamus, menderita gizi buruk. Kedua balita itu masing-masing Muhyana (1,5) dan Ivan Gunawan (1,3).
Muhyana merupakan buah hati pasangan Masaida (30) dan Abdul Sani (35) Di usianya saat ini, balita berjenis kelamin perempuan itu hanya memiliki berat 4,5 kilogram. Berat normal anak seusianya 10-15 kg.
Masaida mengatakan, sampai kemarin anaknya belum bisa berjalan. Ia juga hanya sekali mengunjungi Puskesmas Kelumbayan lantaran tidak memiliki biaya. ’’Anak saya baru diperiksa pihak puskesmas satu kali ini. Untungnya gratis. Kalau enggak, darimana saya uang. Karena setahu saya, berobat ke puskesmas harus bayar,” ujarnya.
    Dia mengatakan, dirinya hanyalah seorang ibu rumah tangga, sedangkan suaminya nelayan. ’’Muhyana ini anak keempat saya Pak. Kalau kakaknya saat usia sembilan bulan sudah bisa jalan, tetapi Muhyana belum bisa. Selama ini batuknya saya obatin pakai Contrexin,” terangnya.
    Sementara, kondisi Ivan Gunawan tidak jauh berbeda dengan Muhyana. Sampai kemarin, buah hati pasangan Rosdiana (35) serta Kamsin (45) ini belum bisa duduk dan berjalan. Rosdiana mengaku anaknya sudah enam bulan menderita batuk yang menyebabkan pertumbuhannya terganggu. Dia mengaku pernah membelikan obat batuk untuk anaknya. Namun lantaran kondisi ekonomi yang susah, maka batuk anaknya semakin parah.
’’Saya ini cuma petani Pak, suami saya buruh kerja di Telukbetung, Bandarlampung. Dua minggu yang lalu dia kecelakaan, kakinya patah, jadi tidak bisa ke sini. Jadi bagaimana mau beli obat, untuk makan saja kami susah,” akunya.
    Kepala Pekon Napan Ansori mengatakan, pihaknya baru mengetahui ada warganya yang menderita gizi buruk pada Sabtu (6/2) lalu. Ia mengaku langsung melaporkannya ke puskesmas setempat.
    ’’Tadinya warga di sini malas Pak untuk berobat ke puskesmas karena harus membayar. Tetapi setelah saya berkoordinasi dengan kepala puskesmas yang baru dua minggu ini menjabat, katanya kalau ada tindakan yang diambil seperti menjahit atau lainnya hanya dipungut Rp3.000. Kalau dulu bayar Rp20-25 ribu,” terang Ansori.
Terpisah, Kepala Puskesmas Kelumbayan Edi Sugiarta mengatakan, setelah mendapatkan laporan dari kepala pekon setempat, dirinya langsung mendatangi kedua balita tersebut. ’’Setelah kami periksa, ternyata selain menderita gizi buruk, kedua balita tersebut menderita penyakit TBC. Saya sudah melaporkan kejadian luar biasa (KLB) ini kepada Dinas Kesehatan Tanggamus,” akunya.
Mengapa tidak dirujuk langsung ke rumah sakit? Edi menegaskan, pihaknya sebenarnya siap mengantar dua balita tersebut ke rumah sakit. Namun, pihak keluarga balita menolaknya. ’’Saya siap membawanya dengan mobil ambulans yang ada di sini, tetapi pihak keluarga menolaknya. Alasannya, yang menunggu bayi saat dirawat tidak ada biaya. Jadi tindakan yang kami ambil adalah memberikan dua balita itu multivitamin saja,” ujarnya. (*)

Add comment


Security code
Refresh

:: Rakyat Lampung | Trans Lampung | Radar Lamteng | Radar Kotabumi ::
:: Radar Lamsel | Radar Lambar | Radar Tuba | Radar Tanggamus | Radar Metro ::