BANDARLAMPUNG - Bantuan Pemerintah Kota Bandarlampung terhadap Sisilia, bayi 11 bulan yang menderita penyakit kulit, terkesan setengah hati. Setelah dijemput Ketua TP PKK Kota Nurpuri Eddy Sutrisno dan Dinas Kesehatan ke RSUDAM pada Senin (8/3), siang harinya Sisilia dibawa pulang kedua
orang tuanya.
Menurut ibunda bayi ini, Noverita, ia menilai pemkot ingkar janji. ’’Kami dijanjikan dibiayai hingga anak saya sembuh. Tetapi buktinya saya mengurusnya melalui jamkesmasda (jaminan kesehatan masyarakat daerah). Untuk menebus obat saja saya harus bayar,” ceritanya kemarin (9/3).
Saat sudah sampai di RSUDAM, ia, suami, dan ibu RT yang ikut mengantar ditinggalkan pihak puskesmas dan Diskes begitu saja. Lalu, pihak RSUD dr. Hi. Abdul Moeloek (RSUDAM) meminta berobat dengan jamkesmasda.
’’Kalau pakai jamkesmasda, saya dapat melakukannya sendiri. Tetapi kami, saya dan suami (Yusuf Wanori) menginginkan anak saya ini benar-benar cepat diberi pertolongan,” keluhnya. Ia mengaku trauma dengan kondisi Sisilia. Sebab, kakak perempuan Sisilia juga menderita penyakit sama dan akhirnya meninggal dunia di RSUDAM.
Saat Radar Lampung menghubunginya, Yusuf mengaku tengah sibuk mengurus berkas pengajuan penggunaan jamkesmasda. ’’Iya, ini anak saya sedang di UGD (Unit Gawat Darurat) RSUDAM. Mereka (Diskes) janji membawa Sisilia ke Jakarta dan di sini cuma sebentar,” katanya. Pihak Puskesmas Wayhalim dan RSUDAM kemarin memang berinisiatif menjemput Sisilia untuk dibawa ke rumah sakit lagi pada pukul 18.30 WIB.
Ditemui di press room, Kabag Humas Pemkot Bandarlampung Zainuddin mewakili Kadiskes dr. Reihana membantah pemkot tidak serius menangani Sisilia. Persoalannya, kedua orang tua Sisilia menginginkan bayinya itu langsung dibawa ke Jakarta. ’’Ini hanya salah komunikasi,” ungkap Zainuddin.
Sekadar mengingatkan, warga Jl. Tirtayasa RT 10 Kelurahan Sepangjaya, Kedaton, ini menderita bolus pemphigoid tubulosa. Penyakit itu termasuk dalam otoimun yang disebabkan reaksi gejala dari tubuh bayi itu sendiri.
Kondisi Sisilia cukup parah. Sebab di usianya saat ini, berat badannya hanya 3,5 kilogram (kg). Dalam usia tersebut, harusnya berat badan bayi 9 kg. Sejak lahir hingga sekarang, kulit putri ketiga pasangan Yusuf dan Noverita ini seperti melepuh dan mengelupas. Mulai tangan, kaki, perut, leher, sampai muka.
Tak hanya itu, seluruh kuku di kaki dan tangan bayi ini lepas. Ujung jari kaki dan tangan bayi yang lahir normal di Puskesmas Kedaton dengan berat 3 kg itu pun mengoreng. Akibatnya, selama hidup Sisilia hanya bisa merintih dan menangis kesakitan. (eka/ade)









