BANDARLAMPUNG – Pegawai negeri sipil paling diuntungkan dengan ketidakharmonisan Wali Kota Bandarlampung Eddy Sutrisno dan Wakil Wali Kota Kherlani (EK). Sebab, dua pejabat yang di awal-awal kepemimpinannya rajin menggelar
inspeksi mendadak (sidak) itu belakangan ini sudah tidak lagi menjadikan sidak sebagai agenda rutin.Wajar jika kinerja PNS akhir-akhir ini mulai mengendur. Mereka kini punya kesenangan mengurangi jam kerja. Bermain game, datang terlambat, dan pulang lebih awal. Ini terjadi hampir di seluruh satuan kerja di Pemerintahan Kota Bandarlampung.
Menanggapinya, Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Cik Raden mengatakan, hingga kemarin belum ada rencana untuk kembali memberlakukan penertiban PNS. ’’Sidak merupakan wewenang wali kota dan sekretaris kota. Kami hanya menunggu instruksi beliau,’’ katanya kemarin.
Jika diinstruksikan, kata Cik Raden, barulah Satpol PP Bandarlampung bergerak. ’’Begitu juga dengan Gerakan Disiplin Nasional (GDN). Ini merupakan wewenang pemerintah daerah setempat. Dalam gerakan ini, Satpol PP hanya bersifat mem-backup,’’ kelitnya.
Pantauan Radar Lampung, banyak PNS pemkot berdatangan ke kantor pukul 09.00 WIB. Kemudian saat pukul 13.00, satu per satu meninggalkan ruangannya lengkap dengan tas. Ruangan-ruangan beberapa satker tak lagi terlihat berpenghuni saat pukul 14.30.
Saat jam-jam kerja pun sangat mudah dijumpai pria maupun wanita berseragam PNS di berbagai pusat perbelanjaan. Tanpa malu, mereka berjalan-jalan, bahkan berbelanja di tempat tersebut.
Terpisah, Ketua Komisi A DPRD Bandarlampung Barlian Mansyur mengatakan, menurunnya kinerja dan disiplin PNS merupakan tanggung jawab wali kota dan wakil wali kota. ’’Penurunan tingkat kinerja dan disiplin PNS lebih disebabkan tidak ada contoh baik yang diberikan pimpinan Pemkot Bandarlampung. Disiplin kerja PNS rendah ini karena wali kota sendiri jarang ngantor di ruang kerjanya. Jadi, sangat wajar kalau disiplin PNS belakangan menurun,’’ katanya kepada harian ini kemarin.
Orang yang sejak awal paling getol mem-backup Eddy Sutrisno dan kini berbalik menyerang orang nomor satu di Bandarlampung itu juga menyayangkan sikap dan contoh yang diberikan wali kota kepada PNS di lingkungan pemkot. ’’Saya mendesak agar tim GDN segera bergerak dan menertibkan PNS yang sering membolos kerja. Ini merupakan preseden buruk. Jangan mati suri!’’ tukasnya.
Barlian juga mengaku segera memanggil tim GDN yang diketuai Sekkot Sudarno Eddi. Ia berjanji dalam waktu dekat ini mempertanyakan kinerja GDN sebagai pengawas disiplin kerja PNS. ’’Tim GDN harus mengingatkan seluruh kepala satuan kerja untuk memberikan contoh kepada staf dan jajarannya,’’ tandas dia. (*)









