Baner
Hari Ini!  Jum'at, 3 September 2010
Home Metropolis Bandarlampung Kualitas Buruk, Talut Way Belau Roboh

Kualitas Buruk, Talut Way Belau Roboh


Share |
E-mail Cetak PDF
Penilaian Pengunjung: / 0
TerjelekTerbaik 
BANDARLAMPUNG – Baru lima bulan dibangun, talut Way Belau, Labuhanratu, Kedaton, Sabtu (6/2) pukul 17.00 WIB roboh diterjang luapan air. Menurut Rumiyati (50) yang tinggal di bantaran Way Belau, hujan deras yang terjadi Sabtu lalu menyebabkan banjir. Tidak lama terdengar suara gemuruh hebat. Setelah ia beranikan untuk mengecek, ternyata talut yang berada di belakang rumahnya sudah ambrol.
    Menurutnya, banjir yang kerap terjadi saat hujan deras ini mulai dirasakan pada 2006. Sebelumnya, banjir tidak pernah terjadi. ’’Saya tinggal di sini dari tahun 1992, tetapi enggak pernah kebanjiran. Mulai 2006 lah rumah saya ini selalu terendam banjir kalau hujan. Saat banjir hebat 2008 lalu, rumah saya juga terendam hingga setengah meter,’’ lanjut warga RT 03, Lingkungan V, Labuhanratu, ini.
    Ia menambahkan, karena kerap banjir itulah pemerintah membangun talut di sepanjang Way Belau. Sejak selesai dibangun pada September 2009 lalu, baru kali ini banjir terjadi kembali.
    Akibat sering terjadinya banjir, karyawan sebuah perusahaan asuransi ini berniat menjual rumahnya. Ia mengaku sedih bila harus mengingat derita yang dirasakan ketika banjir datang. Ia juga meminta pemerintah segera melakukan pembenahan talut yang roboh tersebut.
    Tak hanya Rumiyati, derita yang sama juga dialami Jumini (35). Ibu dua anak yang rumahnya berada sekitar 20 meter dari bantaran sungai ini pun selalu merasakan banjir saat hujan deras mengguyur. Menurutnya, ia dan keluarga selalu merasa takut dan waswas ketika hujan turun.
    Banjir ini dirasakannya sejak 2004. Upaya meninggikan jembatan yang berada di dekat rumahnya serta membuat talut ternyata tak mampu mencegah bencana banjir yang selalu menghampiri ibu dua anak ini. Menurutnya, banjir tak hanya dirasakannya, hampir seluruh warga yang tinggal di pinggir Way Belau memiliki nasib yang sama dengannya.
    Berdasarkan pantauan yang dilakukan Radar Lampung, talut yang roboh berada di Jalan Pagar Alam Gang Cendana RT 3 Lingkungan V, Kelurahan Labuhanratu. Talut setinggi 5 meter dari permukaan air Way Belau tersebut dibangun di sepanjang sungai tersebut. Sekitar 15 meter bagian kanan dan kiri talut di wilayah tersebut yang roboh. (*)

Add comment


Security code
Refresh

User's Online

   216 Tamu online

Statistik Pengunjung

mod_vvisit_counterHari Ini1773
mod_vvisit_counterKemarin2262
mod_vvisit_counterMinggu Ini13379
mod_vvisit_counterBulan Ini6511
mod_vvisit_counterJumlah584240

IP: 38.107.191.107
,

Gabung di Facebook!