BANDARLAMPUNG – Mahasiswa kebidanan perlu diberi mata kuliah muatan lokal (mulok). Yaitu mata kuliah yang kelak memungkinkan mereka setelah terjun ke masyarakat dapat beradaptasi dengan mudah sekaligus memberikat manfaat bagi masyarakat sekitar.
’’Sebab tidak dapat dipungkiri, tugas para bidan adalah di tengah masyarakat yang beragam. Terlebih, kini tempatnya mengabdi lebih diperioritaskan di pedesaan,” kata Wakil Ketua Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Lampung Nelly Achmad, S.H., M.H.
Hal itu disampaikannya kepada 179 mahasiswi tingkat I Program Studi (Prodi) DIII dan DIV Kebidanan Universitas Malahayati yang mengikuti angkat janji dan pengenaan seragam kebidanan (capping day) di gedung teater kampus setempat kemarin (9/3).
Dalam kesempatan sama, Nelly juga mengingatkan agar para calon bidan tersebut benar-benar menguasai ilmu serta menjunjung tinggi etika kebidanannya. Terlebih kini, masyarakat sudah jauh lebih pintar. ”Jadi jangan menganggap masyarakat buta terhadap ilmu kebidanan. Salah-salah bisa diperkarakan ke jalur hukum dengan tuduhan malapraktik,” tandasnya.
Terkait hal itu, pihak universitas setempat pun telah mempersiapkan sarana dan prasarana yang sangat menunjang. Tidak lain dalam rangka peningkatan kualitas peserta didiknya. Yaitu dengan tersedianya laboratorium yang tersentralisasi dengan fasilitas yang terstandarisasi secara internasional serta telah dipersiapkannya Rumah Sakit Bintang Amin Husada sebagai Rumah Sakit Pendidikan (teaching hospital).
’’Ini untuk lebih meningkatkan keterampilan mahasiswa sehingga memiliki pengalaman dan kompetisi yang dapat langsung diserap pasar kerja baik lokal, nasional, maupun global,” kata Ketua Prodi Kebidanan Unimal Nur Hayati, M.Kes.
Meski demikian, lanjutnya, untuk ikut dalam program pencerdasan bangsa, Yayasan Alih Teknologi (Altek) yang menaungi universitas tersebut juga membuka keringanan berupa biaya pendidikan yang dapat diangsur dan lebih ringan dibandingkan institusi pendidikan tinggi sejenis. (rim)










