BANDARLAMPUNG – Gerakan pemuda di partai politik (parpol) semakin baik, kuat, dan signifikan. Ini dibuktikan dengan banyaknya pemuda yang mendapat kepercayaan untuk menduduki posisi strategis di parpol maupun di legislatif. Namun, di sisi lain peran gerakan
pemuda dalam organisasi masyarakat (ormas) seperti organisasi kepemudaan di Muhammadiyah maupun Nahdlatul Ulama (NU) masih terpinggirkan. Buktinya, para pemudanya masih belum dapat menduduki posisi sebagai pemimpin.’’Pemuda juga masih berperan sebagai pembantu dan pelengkap di suatu ormas,” kata Wakil Ketua MPR RI Hajriyanto Y. Tohari di sela-sela Informal Meeting Pemuda Muhammadiyah se-Sumbagsel dan Jawa Bagian Barat di Hotel Nusantara kemarin (3/1).
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) ini melanjutkan, gerakan pemuda di lembaga swadaya masyarakat (LSM) justru cukup maju dan progresif. Utamanya dalam mengawal isu-isu terkait kepentingan publik dan melakukan perubahan.
Hajriyanto menilai, dinamika gerakan pemuda di organisasi kemahasiswaan cenderung stabil. Dari keempat format organisasi kepemudaan tersebut, LSM dan mahasiswa yang lebih menonjol serta dinamis dan mendapat dukungan dari masyarakat.
Karena itu, Hajriyanto menyarankan organisasi pemuda di parpol dan ormas untuk lebih mengambil bentuk seperti LSM dan organisasi kemahasiswaan yang dinamis dan progresif dalam mengawal kepentingan publik serta masyarakat. Dia juga berharap gerakan pemuda dapat menangkap aspirasi masyarakat dan menyuarakan keinginan masyarakat.
’’Tujuannya, kepentingan publik dapat terpenuhi,” kata mantan Pengurus Pusat (PP) Muhammadiyah ini.
Dia juga berpesan, gerakan pemuda haruslah otentik, tidak ditunggangi dan tidak didikte oleh kepentingan politik praktis. Hajriyanto mengatakan, sejak dulu pemuda selalu memiliki jiwa kepeloporan serta menjadi agen utama perubahan yang ditunjukkan pada semua peristiwa besar di Indonesia.
’’Aktualisasi kepeloporan haruslah benar-benar berada di koridor sebuah gerakan otentik,” tegasnya. Jika itu dilakukan oleh pemuda, dia memastikan bahwa gerakan tersebut didukung masyarakat.
Lebih jauh Hajriyanto mengatakan, spektrum gerakan pemuda saat ini sangat luas dengan diwadahi berbagai format organisasi kepemudaan. Mulai dari organisasi kepemudaan di parpol, organisasi kepemudaan dalam bentuk ormas, LSM, dan organisasi kemahasiswaan.
Sementara, acara yang dibuka Sekretaris Kota Bandarlampung Sudarno Edi kemarin dihadiri oleh pimpinan organisasi pemuda Muhammadiyah se-Sumbagsel dan Jawa Bagian Barat.
Acara yang berlangsung hingga hari ini (4/1) juga membedah visi-misi para calon ketua umum Pemuda Muhammadiyah yang akan bertarung pada Muktamar Ke-14 di Jakarta, Februari 2010. (*)









