MENURUT saya pribadi, guru idola itu dilihat dari penampilannya, lifestyle, kemampuannya sebagai guru, serta memiliki keterampilan dan wawasan luas. Terlebih lagi harus bisa dekat dengan murid dan dicintai muridnya.
Dalam hal ini, guru harus bisa mengerti sifat dari murid-muridnya dan bisa lebih care dengan mereka. Ini agar dia menjadi sosok yang spesial di mata muridnya. Tidak hanya dalam pelajaran, tapi juga dalam segala hal. Ini agar murid bisa merasa nyaman waktu dia masuk kelas dan belajar. Di sini, mereka dituntut lebih bersikap baik. Namun, tetap tegas dan berwibawa. Prinsipnya, para pendidik itu diharuskan membimbing muridnya menjadi orang yang berhasil dan bisa bermasyarakat nantinya setelah lulus sekolah. Ini agar apa yang diajarkan oleh guru akan tetap membekas sampai mereka lulus dari sekolah.
Di SMAN 12 Bandarlampung ini, murid-muridnya banyak yang dekat dengan para guru. Sebab, mereka menganggap para guru itu bukan hanya sebagai guru yang mengajarkan mereka waktu di sekolah. Melainkan sebagai orang tua dan teman. Ini agar kedekatkan itu bisa lebih memperlancar proses belajar mengajar di dalam kelas. Bukan hanya bertanya tentang pelajaran. Namun, mereka juga sering curhat tentang kehidupan pribadi dan soal percintaan.
Saya secara pribadi sudah menginstruksikan kepada mereka untuk bisa lebih mengerti muridnya dengan membuat paradigma baru akan guru di mata murid. Bukan ditakuti, tapi dihormati dan disegani. Hal ini bisa membuat para murid merasa aman dan nyaman ketika di sekolah. Tujuannya agar lebih memotivasi mereka datang ke sekolah dan belajar lebih giat. (octa heridyawan/chandra)









