CREDIT card dapat diartikan sebagai kartu utang yang memiliki limit. Pembuatan credit card memilki syarat tertentu. Pembuat credit card harus berumur 21–70 tahun. Lebih dari umur ini tidak diperbolehkan lagi membuat credit card. Dengan adanya hal ini, tentu saja bagi para remaja mustahil memilikinya dalam arti menjadi pemegang kartu utama.Lain halnya jika para orang tua memberi anaknya kartu tambahan yang ber-limit serta credit card digunakan untuk kemudahan dalam belanja dan cash advance. Para remaja sering kali menggunakan kartu tambahan atau bisa dibilang uang jajan tambahan dalam bentuk kartu menggunakanya semena-mena. Namun, ada juga remaja yang mempergunakan dengan hati-hati dan hemat.
Sebagai pemegang credit card, para remaja disarankan jangan terlalu boros mempergunakannya. Sebab, akan menyebabkan tagihan semakin menumpuk di bank jika para orang tua belum melunasinya. Lebih amannya jika orang tua memberikan limit pada kartu tambahan anaknya sesuai kebutuhan dan usia. Sebab, bisa dibilang anak-anak remaja ada saja yang masih belum mampu mengontrol diri untuk tidak belanja. Biasanya jika sedang memegang credit card, tak lain dan tak bukan hanya hawa nafsu yang merebak. Semakin tinggi pula keinginan untuk selalu membeli sesuatu dan belanja.
Karena itu, lebih baik janganlah dahulu anak-anak diberikan credit card. Kecenderungan pemakaian setiap orang pun berbeda-beda karena anak remaja belum bisa dibilang produktif. Mereka belum berpenghasilan. Jika memang butuh, lebih baik diberikan limit yang sesuai agar pemakaiannya pun teratur. (veo/cdr)









