10 Tahun Tinggal di Hotel, Nenek Ini Habiskan Rp12 Miliar

  • Bagikan
Nenek CW hidup di hotel selama 10 tahun bersama lima anak adopsinya (Dok. JawaPos.com)

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kasus dugaan kekerasan terhadap anak menjadi sorotan tajam kurun 2018 lalu. Beberapa hari ini bahkan kembali ramai cerita nenek 63 tahun bernama Candri Widarta (CW), pelaku dugaan pelanggaran penelantaran anak, kekerasan anak secara psikis, dan penyekapan.

Kelima anak tersebut yakni OW (13), RW (14), TW (8), FA (14), EW (10). Kasus dugaan kekerasan anak ini ditangani Polda Metro Jaya.


Kabar ini membuat terkejut masyarakat lantaran lima anak tersebut tinggal bersama CW di kamar hotel mewah. Tepatnya, di Hotel Le Meridien, Bendungan Hilir, Jakarta Pusat. Kelima anak itu sudah mendiami kamar hotel berbintang sejak 2015 silam.

Dilansir JawaPos.com, biaya sewa dua kamar hotel berbintang yang terlampau mahal selama tiga tahun itu menjadi misteri tersendiri. Nenek CW pun akhirnya diamankan di Polda Metro Jaya, pada 16 Maret 2018 lalu bersama kelima anak adopsinya.

Baca Juga:   Polres Masih Proses Kasus Penganiayaan oleh Oknum Disdukcapil

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Argo Yuwono menyampaikan, CW mengakui asal-usul sumber fasilitas hidup mewah bersama kelima anak adopsi itu berasal dari imbalan seseorang karena menggunakan jasanya mengobati penyakit dan berasal dari harta warisan suaminya.

“Dia menyampaikan kalau dia bisa mengobati orang, kayak supranatural. Jadi ada orang-orang yang dibantu, yang kasih fasilitasnya. Imbalannya bukan uang saja, melainkan fasilitas penginapan hotel,” ujar Argo saat itu.

Diketahui selama hampir tiga tahun mereka tinggal, CW menyewa dua kamar dengan harga sewa sekitar Rp1,5 juta per hari. Kejanggalan itu membuat penyidik mempertanyakan sumber keuangan perempuan tua itu berasal.

Sebelumnya, CW pun memboyong kelima anak adopsinya berpindah-pindah hotel mewah. Di antaranya menginap di Twin Plaza Hotel, Slipi, Jakarta Barat, dan di Hotel Menara Peninsula yang juga berada di Slipi. Kedua hotel tersebut juga merupakan hotel yang memiliki fasilitas yang sangat baik dan tidak murah.

Baca Juga:   Airlangga Raih Priyadarshni Academy Global Award

Kekerasan terhadap anak oleh CW ini terungkap karena kaburnya FA dari hotel Le Meridien. FA akhirnya melarikan diri pada April 2017 ke rumah Rini yang beralamat di Bendungan Hilir.

Selanjutnya, Rini berniat mengadopsi FA dan melapor kepada Lembaga Perlindungan Anak Indonesia (LPAI), sebelum melaporkan ke Polda Metro Jaya.

FA mengaku sering dihukum dan tidur di kamar mandi karena dituding mengambil uang. Sementara menurut FA di kepolisian, dia hanya memegang uang kembalian untuk pembayaran parkir.




  • Bagikan