RSUDAU Hentikan Uji Swab Hasil Tracing

  • Bagikan
DR. WIDYATMOKO KURNIAWAN

RADARLAMPUNG.CO.ID – Rumah Sakit Umum Daerah Alimuddin Umar (RSUDAU) menghentikan pemeriksaan spesimen Swab melalui real time polymerase chain reaction (RT-PCR). Khususnya hasil tracing yang dilakukan dinas kesehatan.

Hal ini terjadi karena reagen (cairan pereaksi kimia) habis. Sementara anggaran untuk pembelian belum tersedia. Manajemen RSUDAU telah mengajukan, namun belum terealisasi.

”Reagen tersebut cukup mahal. Untuk menguji spesimen Swab 100 orang saja, itu harganya sekitar Rp70 juta. Kami sudah mengajukan ke pemkab dan pusat. Tetapi dananya belum cair. Untuk sementara, uji spesimen Swab hasil tracing belum bisa kami lakukan,” kata Direktur RSUDAU dr. Widyatmoko Kurniawan.

Baca Juga:   Bejat, Kakek Ini Cabuli Anak Dibawah Umur

Meski begitu, uji spesimen Swab bagi pasien suspeck di RSUDAU atau yang menjalani isolasi tetap bisa dilakukan.

”Untuk pasien yang masuk rumah sakit dan diperlukan menjalani Swab karena suspeck Covid-19, tetap bisa kami layani. Hanya saja kami berharap reagen bisa kembali tersedia sebagaimana mestinya. Sehingga pelayanan uji specimen Swab untuk hasil tracing bisa kembali dilakukan,” ucapnya.

Baca Juga:   Cerita Dirkrimsus Polda Lampung Soal Sulitnya Cairkan Barbuk Rp10 M Perkara Jalan Ir. Sutami

Dijelaskan, pengujian melalui metode RT-PCR ini memiliki sensitifitas dan spesifitas cukup tinggi. Sekitar 95 persen.

“Metode ini open system atau sistem terbuka. Harus memerlukan reagen dan sampel pasien untuk dilakukan pemeriksaan. Tes ini relatif cepat, dan beberapa jam hasilnya sudah bisa diketahui,” pungkasnya. (nop/ais)

 



  • Bagikan



Lampung Barat Diguncang Gempa Tektonik Bejat! Paman Cabuli Keponakan Hingga Hamil Delapan Bulan ASDP Tak Melayani Pemudik, Kecuali…