Soal Dugaan Salah Diagnosa Puskesmas, Kadiskes Tanggamus Angkat Bicara

  • Bagikan
TAUFIK HIDAYAT

RADARLAMPUNG.CO.ID – Informasi dugaan salah diagnosa terhadap pasien Apriyanti (21) di Puskesmas Antar Berak, Kecamatan Limau dan Puskesmas Kotaagung mendapat tanggapan Dinas Kesehatan Tanggamus.

Kepala Dinas Kesehatan Tanggamus Taufik Hidayat menyatakan, dalam rangka upaya eliminasi penularan Human Immunodefiency Virus (HIV), sifilis dan hepatitis B dari ibu ke anak, perlu dilakukan penanggulangan yang terintegrasi yang dikenal dengan program triple eliminasi.


Ini berdasar Peraturan Menteri Kesehatan (PMK) Nomor 52/2017 tentang Eliminasi Penularan Human Immunodeficiency Virus (HIV), Sifilis dan Hepatitis B dari Ibu ke Anak,

Terhadap pasien Apriyanti, telah dilakukan pemeriksaan triple eliminasi dengan dengan hasil pemeriksaan sifilis non reaktif, hepatitis (non reaktif) dan HIV (reaktif).

Baca Juga:   Dissos Lambar Alokasikan 600 Santunan Kematian Dalam APBD-P

“Untuk memastikan bahwa pemeriksaan HIV benar-benar positif, maka dilakukan pemeriksaan dengan rapid test secara berulang sebanyak tiga kali dengan hasil reaktif,” kata Taufik dalam rilis klarifikasi yang disampaikan kepada Radarlampung.co.id, Selasa malam (9/3).

Berdasar pemeriksaan tersebut, pasien diduga terserang HIV. Karena itu, Puskesmas Antar Brak merujuk pasien ke Puskesmas Kotaagung sebagai puskesmas rujukan perawatan dan pengobatan HIV.




  • Bagikan