Pelayanan Dikeluhkan, Ini Klarifikasi Puskesmas Kotaagung

  • Bagikan
Puskesmas Kotaagung terus berupaya meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat. FOTO DOKUMEN PUSKESMAS KOTAAGUNG

RADARLAMPUNG.CO.ID – Kepala UPTD Puskesmas Kotaagung dr. Theresia Hutabarat menyampaikan klarifikasi terkait informasi tentang pelayanan perawatan luka post sirkumsisi (khitan) yang sempat mendapat protes dan dikeluhkan orang tua pasien.

Menurut Theresia Hutabarat, sekitar pukul 08.50 WIB, Kamis (8/4), pasien atas nama Revan Aji Pratama (8) datang diantar orang tuanya dengan keluhan nyeri post sirkumsisi atau khitan.

Kemudian pasien ditidurkan di atas tempat tidur pemeriksaan. Lantas petugas membuka luka yang terbungkus balutan kassa.

“Dari hasil pemeriksaan, tampak luka tindakan post sirkumsisi. Selanjutnya orang tua pasien meminta petugas untuk membasahi luka dengan cairan (larutan alkohol),” kata Theresia Hutabarat kepada Radarlampung.co.id, Selasa (13/4).

Baca Juga:   Pelayanan Perikat Ratu Gisting Berakhir

Petugas medis saat itu (Susminto) mengatakan, jika luka diberikan alkohol, akan tambah pedih. Setelah luka dibersihkan, pasien dan orang tuanya pulang.

Kemudian beberapa jam orang tua pasien datang ke Puskesmas Kotaagung menemui petugas Pelayanan, Pengaduan dan Informasi (Bu Desi) dan mengajukan protes kepada petugas (Susminto) yang membuka balutan tersebut dan mengakibatkan luka post khitan berdarah. Kemudian meminta petugas untuk segera datang kerumahnya melihat pasien.

Karena situasi di ruang tindakan juga ramai dengan pasien, maka petugas menyarankan pasien dibawa kembali ke ruang tindakan. Tetapi orang tua pasien tetap menginginkan petugas datang kerumahnya.

Orang tua pasien mengadukan informasi tersebut ke petugas pengaduan informasi Puskesmas Kotaagung (Bu Desi).

Baca Juga:   Dapat 10 Suara, Zudarwansyah Pimpin DPC Apdesi Tanggamus

Petugas informasi (Bu Desi) menyatakan berencana berkunjung ke rumah pasien bersama petugas (Susminto).

Ternyata, Jumat (9/4), petugas (Susminto) ada jadwal kontrol ke poli jantung RSUD Abdul Moeloek dan telah mengurus rujukan pada hari Kamis.

Lantas Senin (12/4), orang tua pasien kembali datang menemui petugas (Susminto) meminta klarifikasi karena tidak datang ke rumah pasien.

“Dalam hal ini dilakukan mediasi antara petugas dengan keluarga pasien,” sebut Theresia.

Hasil mediasi adalah, petugas (Susminto) mempunyai itikad baik meminta maaf kepada keluarga pasien. Berjanji akan memberikan pelayanan terbaik kepada pasien dan masyarakat.

Atas permasalahan ini, lanjut Theresia, Puskesmas Kotaagung telah mengambil sejumlah langkah dan tindakan. Yakni memberikan pembinaan kepada petugas (Susminto) dan memutasi ke ruang pelayanan berbeda.

Baca Juga:   Imbau Perusahaan Aktif Salurkan CSR

Pada Senin (13/4), dilakukan pelayanan homecare terhadap pasien. Hasilnya dengan keadaan umum yang baik dan tidak ada tanda infeksi serta luka post khitan mulai mengering dan nyeri sudah berkurang. Lalu pemberian terapi obat dilanjutkan.

Selasa (13/4), kembali dilakukan homecare terhadap pasien dan pemberian terapi pengobatan. Luka sudah mulai kering dan nyeri berkurang.

“Rencananya pasien akan dimonitoring setiap hari oleh tim petugas Puskesmas Kotaagung,” pungkas Theresia Hutabarat. (ehl/ais)

 



  • Bagikan