2 Hari BNNP Lampung Lakukan Pengintaian Kurir Narkoba Asal Riau

  • Bagikan
BNNP Lampung saat ekspose penangkapan sabu seberat 1,5 kilogram. FOTO M.TEGAR MUJAHID/RADARLAMPUNG.CO.ID

RADARLAMPUNG.CO.ID – Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Lampung telah dua hari melakukan pengintaian terhadap para pelaku penyalahgunaan narkoba asal Riau yang salah satunya ditindak tegas oleh Tim Brantas, pada Minggu (17/3) di Hotel Sriwijaya, Bandar Jaya, Lampung Tengah.

Kepala BNNP Lampung Brigjen Tagam Sinaga mengatakan, sebelum kejadian Tim Brantas BNNP Lampung telah mendapatkan informasi bahwa keempat pelaku yaitu WA (45) warga Bandarlampung, dan tiga kurir berinisial ZF (38), ZN (40) dan RM (36) warga Riau akan melakukan pertemuan di sebuah hotel.


“Dari informasi itu, terus ditindaklanjuti dengan penyidikan terhadap beberapa target dan penginapan di Bandarlampung dan sekitarnya. ” ujar jenderal bintang satu ini.

Baca Juga:   Ada Laporan Dugaan Eksploitasi, Bocah 7 Tahun Dievakuasi dari Rumah Kakek

Hingga pada keesokan harinya atau tepatnya pada Minggu (17/3) tim mendapat informasi bahwa pembawa barang haram tersebut sudah berada di Hotel Sriwijaya. “Kami pun menunggu untuk bertemu dengan orang untuk menyerahkan barang itu. Lalu tim melihat sebuah mobil minibus yang dikendarai satu orang pria berhenti dan menerima bungkusan hitam,” jelasnya.

Saat itu juga, lanjut Tagam tim kemudian melakukan penangkapan ketika hendak dilakukan penangkapan terhadap pelaku berinisial WA yang sebagai penerima barang mencoba melarikan diri dengan mobilnya setelah menerima barang lewat jendela mobilnya.

“Petugas memberikan tembakan peringatan namun dihiraukan oleh pelaku ini. Hingga akhirnya terpaksa diberikan tindakan tegas dan terukur, hingga mobil yang dikendarainya oleng dan menabrak sebuah jembatan dan masuk ke parit,” tuturnya.

Baca Juga:   Hindari Ibu-ibu, Sebuah Truk Terguling

Melihat itu, lanjutnya petugas pun mengeluarkan tersangka dari dalam mobil dan membawanya ke rumah sakit terdekat. “Akan tetapi setiba di rumah sakit nyawanya pun tidak tertolong lagi,” tandasnya. (ang/sur)




  • Bagikan