oleh

Gubernur Ridho Dukung Penuh Kemenag Sebarkan Duta Penebar Kedamaian

radarlampung.co.id – Gubernur Muhammad Ridho Ficardo meminta jajarannya mendukung Kementerian Agama untuk menyebarkan “Duta Penebar Kedamaian” di kalangan ASN dan semua komponen umat beragama. Dukungan Gubernur tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Sutono, dalam acara Hari Amal Bakti Kementerian Agama RI ke- 72, di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung, Rabu (3/1).

Gubernur Ridho, menurut Sutono, juga mengajak Aparatur Sipil Negara (ASN), terutama Kementerian Agama dan semua komponen umat beragama ikut menjaga kesejukan dan ketentraman. Upacara Hari Amal Bakti Kemenag tersebut dilaksanakan dengan membacakan sambutan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Dalam pesannya, Menteri Agama mengajak seluruh komponen umat beragama di tanah air menciptakan kesejukan yang menentramkan.

“Marilah kita buktikan bahwa agama sesungguhnya membawa angin kesejukan yang menenteramkan. Dalam damai akan tercipta negeri yang tenteram dan sejahtera,” ujar Sutono, saat membacakan sambutan Menag Lukman Hakim Saifuddin.

Selanjutnya, Menag mengatakan 3 Januari 1946 merupakan hari bersejarah. Sebab hari itu, Kementerian Agama resmi berdiri sebagai bagian dari perangkat bernegara dan berpemerintahan. “Pada hari itu pula Indonesia mengukuhkan sebagai negara yang pertama kali memiliki kementerian di bidang agama. Kementerian Agama hadir untuk mengatur, membimbing, melayani serta melindungi semua pemeluk agama di dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Mewakili Menteri Agama, Sutono memaparkan seiring dengan usianya yang ke-72, Kementerian Agama sukses menorehkan sejumlah prestasi. Di bidang tata kelola, mendapat opini hasil audit BPK dengan predikat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dan kenaikan indeks penilaian reformasi birokrasi. Lalu, Di bidang pelayanan haji, indeks kepuasan jemaah haji terus meningkat, indeks kerukunan beragama berada dalam angka positif. Begitu pula dengan pelayanan nikah di KUA. Juga kenaikan pada standar mutu pendidikan agama dan keagamaan di tingkat dasar, menengah maupun perguruan tinggi. (rls/gus)

 

Komentar

Rekomendasi