oleh

Gelar Perkara, Dua Oknum PNS Kemenag Ditetapkan Tersangka

radarlampung.co.id – Satreskrim Polres Lampung Tengah telah melakukan gelar perkara terkait operasi tangkap tangan (OTT). Hasilnya, dua tersangka oknum PNS Kementerian Agama (Kemenag) ditetapkan sebagai tersangka.

Kapolres Lamteng AKBP Purwanto Puji Sutan menyatakan sudah dilakukan penyidikan terkait OTT di Kemenag dan gelar perkara.

“Penyidikan sudah dilakukan dengan memeriksa saksi-saksi. Dua orang kita tetapkan sebagai tersangka,” katanya usai gelar perkara.

Ditanya apakah ada tersangka baru, Purwanto menyatakan masih dilakukan penyidikan lebih lanjut. “Kita lihat perkembangan lebih lanjut penyidikan. Belum tahu apakah ada tersangka baru atau tidak,” ungkapnya.

Sekadar diketahui, diduga melakukan pungutan liar (pungli), tiga oknum PNS di Kementerian Agama (Kemenag) Lamteng diamankan polisi. Ketiganya tertangkap tangan diduga melakukan pungli kepada pegawai honorer madrasah kemarin

Kasatreskrim Polres Lamteng AKP Resky Maulana menyatakan bahwa operasi tangkap tangan (OTT) terhadap tiga oknum PNS Kemenag berawal dari informasi masyarakat.

“Kita terima laporan masyarakat. Ada dugaan pungli kepada guru honorer madrasah. Kita langsung lakukan lidik. Sebelum Jumatan tadi, kita langsung ke kantor Kemenag dan menuju salah satu ruangan. Di situ ada petugas melakukan pemberkasan terhadap guru honorer,” katanya.

Ternyata, kata Resky, informasi dugaan pungli ini benar adanya hingga mengamankan tiga orang beserta sejumlah barang bukti (BB). “Kita langsung mengamankan tiga petugas dan BB uang tunai yang berada dalam amplop. Tiga petugas yang diamankan adalah SE (35) dan PJ(35), warga Kecamatan Gunungsugih serta HY (38), warga Kecamatan Punggur. Totalnya Rp2,9 juta.

Selain itu, kita juga amankan 26 amplop yang berisi uang bervariasi antara Rp100 ribu-Rp300 ribu dengan total Rp15.750.000. Kita juga amankan 2 unit laptop dan data tanda terima nominatif tunjangan impassing. Total keseluruhan uang tunai yang kita amankan Rp18.650.000,” ujarnya.

Kasus ini, kata Resky, masih terus dikembangkan untuk penyelidikan lebih lanjut.

“Kita masih kembangkan lebih lanjut. Para tersangka dijerat pasal 12 huruf e UU No. 30/1999 sebagaimana diubah menjadi UU No. 20/ 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Ancamannya maksimal pidana penjara seumur hidup dan denda Rp1 miliar,” ungkapnya. (sya/gus)

Komentar

Rekomendasi