oleh

Pemkab Pesbar Merasa Dirugikan

radarlampung.co.id – Buntut eksekusi lahan seluas 47.924 meter persegi yang sempat menimbulkan bentrok di pekon Biha Kecamatan Pesisir Selatan, Kabupaten Pesisir Barat oleh Pengadilan Negeri (PN) Liwa membuat pemkab Pesisir Barat bersikap.

Pemkab Pesbar merasa dirugikan dengan adanya eksekusi lahan yang sudah menjadi aset Pemkab setempat yang ada di Pekon Biha tersebut. Pemkab berencana menempuh jalur hukum.

Kabag Hukum Sekretariat Daerah Kabupaten Pesisir Barat Nawardi S.H mengatakan, tanah yang berlokasi di pekon Biha itu sebelumnya merupakan tanah milik ahli waris Rusli yang telah dihibahkan ke Pemkab Pesisir Barat oleh anaknya yakni Peri Alsobri. Sesuai dengan akta pelepasan hak Nomor 08 tanggal 208 Juli 2017 Notaris-PPAT Sri Dahliawaty, S.H, M.Kn.

Dengan dasar alas hak yakni surat jual beli tertanggal 15 Juli 1970, surat keterangan jual beli tanah tertanggal 28 Oktober 1970, surat pernyataan penguasaan fisik sebidang tanah (sporadik). Selanjutnya, surat pernyataan pemilik tanah, surat keterangan waris tertanggal 13 Juli 2017 dan surat keterangan hibah No.141/179/2008/VI/2017 tangal 12 Juni 2017.

Namun, gugatan di PN Liwa dimenangkan oleh Hi. Tabrani Dalil. Saat pembacaan eksekusi oleh M.Yamin selaku panitera Pengadilan Negeri LIwa, dengan pemohon yakni Ir.Aria Resukia, M.M., Isna Adianti, S.E., Anda Mulia, S.E., dan Anggun Arif Nur, S.H., selaku ahli waris Hi.Tabrani Dalil (Alm) dengan lawan Khoirul Amri, Mursal, Rizkon Alhuda dan Ruslan selaku termohon, kemudian terjadi bentrok antara Pol PP Pesbar yang berjaga dan personil Polres Lambar yang mengamankan jalannya eksekusi.

Sementara itu, Kapolres Lampung Barat, AKBP Tri Suhartanto, S.Ik., menjelaskan bahwa dalam pengamanan ini merupakan tugas kepolisian. Untuk upaya persuaif sudah dilaksanakan, mulai dari koordinasi, mediasi dan lainnya serta mengimbau panitra pengadilan negeri untuk melaksanakan langkah persuasif.

Mengenai terjadinya insiden bentrok antara kepolisian dengan anggota Satpol PP Pesisir Barat, sebelumnya telah dilakukan mediasi bahwa masing-masing melaksanakan perintah.

“Kita melaksanakan sesuai dengan tugas pokok. Semua anggota yang terlibat bentrok baik dari kepolisian maupun anggota Satpol PP sudah  saling memaafkan atas terjadinya bentrok. (try/gus)

Komentar

Rekomendasi