oleh

Soal Enam DPO yang Misterius, Ini Kata Kajari

radarlampung.co.id – Enam terpidana yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandarlampung, terkait kasus korupsi di tahun 2017 masih misterius keberadaannya dan belum dapat dieksekusi.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bandarlampung, Hentoro Dwi Cahyono mengatakan, enam terpidana DPO tersebut yakni mantan Bupati Lampung Timur Satono, mantan bos Tripaca Sugiarto Wiharjo alias Alay, Andhy Irawan Irham, Hazairin, Ahmad Marzuki dan yang terakhir Liones Wangsa.

“Sudah kita lakukan upaya maksimal termasuk kita sudah kerja sama dengan Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) dan Polda Lampung. Bahkan kita sudah menghubungi Adiyaksa Monitoring Center untuk meminta bantuan,” jelasnya, Senin (15/1).

Menurut Hentoro, para terpidana sulit ditangkap lantaran mereka sangat licin. Namun, pihaknya tak pernah putus asa untuk mencari DPO dengan terus berkordinasi dengan masyarakat, kepolisian dan KPK.

“Semua DPO sudah kita lakukan gelar perkara. Mereka tidak bisa kemana-mana karena sudah kita cekal. Bahkan kita sudah mendatangi kampung halamannya dan menemui RT nya,” terangnya.

Hentoro menyakinkan, enam terpidana DPO tersebut masih berada di Indonesia. Sebab pihaknya telah mencekal perjalanan untuk melarikan diri.

“Saya yakin mereka masih di Indonesia, karena kita sudah mencekalnya dan mereka tidak bisa kemana-mana karena cepat atau lambat pasti akan tertangkap. Saya menghimbau kelada DPO untuk segera menyerahkan diri dan hadapi masa hukuman,” ujarnya. (adm/gus)

Komentar

Rekomendasi