oleh

Honorer K2 Ngluruk DPD RI, Ini Jawaban Andi Surya

radarlampung.coi.id – Sekitar 100-an perwakilan Honorer K2 dari berbagai provinsi termasuk Lampung ngeluruk ke Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Senayan, Rabu (17/1). Diterima oleh Badan Akuntabilitas Publik (BAP) yang memang khusus menangani pengaduan-pengaduan masyarakat, meminta untuk bisa mempertemukan dengan Menteri PANRB terkait tuntutan mereka menjadi Aparatur Sipil Negara (ASN).

Anggota BAP DPD RI, Andi Surya, mengatakan dalam pertemuan tersebut yang dihadiri pimpinan dan anggota BAP DPD RI, bahwa permasalahan honorer K2 ini sudah cukup lama disampaikan kepada pemerintah. Presiden bahkan sudah mengeluarkan kebijakan dalam bentuk surat instruksi kepada PAN-RB untuk menangani masalah ini, namun hingga sekarang belum ada realisasi dari Kementerian PAN-RB.

“Honorer K2 harus bersabar dalam mengurus masalah ini. Jangan terpancing emosional, karena administrasi negara harus diikuti dengan sistem dan prosedur. Tidak bisa dengan cara-cara memaksa melalui unjuk rasa. DPD RI memiliki kewenangan politik untuk memanggil Menteri PANRB, namun secara administratif kewenangan ada pada mereka,” terangnya.

Untuk itu, terus dia, perlu kesabaran kita semua, karena dari panggilan rapat dengar pendapat Desember lalu. Menteri PAN-RB sudah menjawab agar dapat dijadwal ulang yaitu pada pertengahan Februari mendatang untuk mempertemukan perwakilan Honorer K2 ini dengan Menteri PAN-RB melalui BAP DPD RI.

“Kita semua harus positif thinking, saya menduga bahwa Kementerian PAN-RB saat ini sedang menggodok persoalan K2 ini sehingga ada kebijakan dan keputusan yang tepat. Melalui mediasi parlemen DPD RI kita harapkan dapat memberi peluang kepada Honorer K2 menjadi PNS. Kami berusaha untuk itu meski pun pengangkatan Honorer K2 terkendala oleh aturan yang menyebutkan bahwa tidak semua Honorer K2 diterima sebagai PNS, yang diprioritaskan maksimal usia 35 tahun. Namun barangkali kita berupaya ada perubahan baik melalui kebijakan presiden maupun dengan azas-azas diskresi lainnya,” pungkas Andi. (rls/gus)

Komentar

Rekomendasi