oleh

Soal Kenaikan Harga Beras, Ini Kata Perpadi

radarlampung.co.id – Ketua DPD Perkumpulan Pengusaha Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) Lampung, Midi Iswanto mengatakan, kenaikan harga beras yang terjadi di Provinsi Lampung diantaranya lantaran ketersediaan gabah di penggilingan terbatas.

“Diantaranya karena gabah di penggilingan terbatas dan belum panen. Sehingga membuat harga beras menjadi mahal. Baru ada panen raya pada akhir Maret mendatang,” terangnya disela-sela Reshuffle pengurus DPD Perpadi Lampung di kantor Bulog Divre Lampung, Kamis (18/1).

DPD Perpadi Lampung menggelar Reshuffle kepengurusan di kantor Bulog Lampung, Bandarlampung, Kamis (18/1). Foto Damiri/radarlampung.co.id

Lanjut Midi, penyebab lainnya adalah pengijon dan tengkulak. Menurutnya, harus ada satu persepsi yang sama dari pemerintah, Dinas Pertanian melalui penyuluh untuk memberikan pemahaman ke petani termasuk soal broker-broker pengijon ini.

“Hal itu agar petani jangan menjual gabah pada saat gabah belum matang dan belum masa panen,” jelasnya.

Midi meneruskan, akan melakukan langkah dengan berkomunikasi dengan anggota Perpadi kalaupun ada yang masih  mempunyai gabah untuk dikeluarkan.

“Tapi menurut saya memang tidak ada yang ditimbun. Kemudian yang kedua pemerintah juga harus melaksanakan operasi secara besar-besaran dan Rastra juga segera dilaksanakan,” tandas Anggota DPRD Provinsi Lampung asal PKB tersebut.

Sementara itu, dalam reshuffle kepengurusan DPD Perpadi Provinsi Lampung di Kantor Bulog, Jalan Cut Mutia, Bandarlampung, Kamis (18/1), hal ini dilakukan mengingat Sekretaris Umum Perpadi kini menjadi Kepala Bulog Tanjung Pinang.

“Kalau untuk Musdanya sudah dilaksanakan pada tahun 2014. Dan memang sebetulnya ini juga sudah lama diminta oleh teman-teman,” katanya.

Lanjut Midi, pelaksanaan reshuffle ini juga  karena ada beberapa wakil ketua yang sudah tidak aktif dan keluar karena pindah tugas keluar kota.

“Saya berharap dengan kepengurusan baru ini anggota Perpadi mau bekerja keras. Secara makro disisi bisnis tetap dijalankan, dari sisi sosial juga dijalankan,” pungkasnya. (adm/gus)

Komentar

Rekomendasi