oleh

Sudah Dua Minggu Nelayan Pesbar Tak Melaut

radarlampung.co.id – Angin kencang masih melanda perairan kabupaten Pesisir Barat. Kondisi itu membuat nasib nelayan kecil menjadi terpuruk.

Berdasarkan pantauan radarlampung.co.id di Teluk Stabas, ratusan perahu kecil milik nelayan hanya ditambatkan begitu saja di pinggir muara sungai. Sejumlah nelayan terlihat mengisi waktu luang dengan memperbaiki jaring maupun perahu mereka.

Novi (40) nelayan setempat mengakui, angin kencang yang memicu tingginya gelombang di laut sebenarnya telah terjadi sejak lebih dari dua bulan terakhir. Namun, di masa pancaroba (peralihan) dari musim kemarau ke musim penghujan seperti sekarang, kondisi cuaca sulit untuk diprediksi. “Sudah dua minggu ini nelayan sini tidak melaut,” kata dia.

Para nelayan khawatir mengalami kecelakaan akibat terjangan angin kencang dan gelombang tinggi jika memaksakan diri untuk melaut. Karena itu, dia memilih untuk beristirahat sementara waktu menunggu cuaca membaik.

“Dalam kondisi seperti ini, ikan di perairan juga sulit untuk ditangkap. Akibatnya, modal yang telah dikeluarkan tidak seimbang dengan hasil tangkapan yang dibawa pulang. Modal untuk pergi menangkap Rp500 ribu paling pulangnya hanya mendapat 5 Kg ikan sehingga hanya mendapatkan kerugian saja,” ujarnya.

Senada dikatakan Mat (41) nelayan lainnya. Dikatakan, dia pun mengaku saat ini terpaksa beralih profesi karena tak bisa melaut.

“Ya kerja serabutan, yang penting tetap bisa kasih makan untuk keluarga,” tuturnya sambil tersenyum kecut. (try/gus)

Komentar

Rekomendasi