oleh

Astaghfirullah.. Ayah Tega Perkosa Anak Kandung

radarlampung.co.id – Kelakuan Musiran (45) warga Dusun II, Desa Pakuan Aji, Kecamatan Sukadana, Kabupaten Lampung Timur benar-benar tak patut dicontoh. Sebagai seorang ayah yang seharusnya mendidik anaknya agar menjadi baik justru kebalikan. Dia tega menjadikan anaknya pelampiasan hawa nafsu.

Musiran dilaporkan oleh istrinya sendiri, Sum (48), ke mapolsek Sukadana, pada (22/1). Lantaran Musiran diduga telah memperkosa anak kandungnya  yakni  F (13) yang masih berstatus pelajar kelas enam Sekolah Dasar (SD).

Kapolres Lampung Timur AKBP Yudi Chandra Erlianto melalui Kasat Reskrim Polres Lampung Timur AKP Sugandi Satria saat dihubungi radarlampung.co.id, membenarkan adanya laporan tersebut. Laporan kasus pemerkosaan tertuang dalam LP / 30-B/I/2018/Polda-Lpg/Res Lamtim/Sek Dana tanggal 22 Januari 2018 sekitar pukul 15.00 WIB.

“Iya benar, saat ini kami masih mendalami kasus tersebut dengan memeriksa saksi korban,” ujar Sugandhi kepada radarlampung.co.id, Selasa (23/1).

Sugandi menjelaskan, kasus dugaan pemerkosaan  tersebut terjadi pada Rabu 20 Desember 2017 silam. Dimana saat itu, kata Kasat Reskrim, anaknya tersebut, F seusai pulang sekolah dan beranjak kekamarnya untuk tidur siang.

“Pada saat itu, pelaku langsung membekap mulut korban dan disumpal menggunakan lakban dan masker kain. Kepala dan badan anaknya itu juga dibungkus menggunakan kain sarung sehingga korban tidak dapat berteriak,” jelasnya.

Tak bisa berkutik, kemudian pelaku dengan leluasa memperkosa korban yang tak lain anak kandungnya sendiri. Tak sampai disitu, pelaku juga mengancam agar tidak melaporkan perbuatan bejatnya kepada ibunya serta orng lain.

“Setelah kurang lebih satu bulan, korban melapor kepada ibunya sehingga ibunya melaporkan perbuatan suaminya ke Pamong Desa setempat. Barulah mereka melaporkan perbuatan pelaku ke Mapolsek Sukadana. Perlu diketahui juga, kita melaksanakan atas perintah bapak Kapolda bahwa kasus-kasus kekerasan anak atau pelecehan seksual ini kita sudah sepakat untuk memberikan hukuman maksimal kepada para pelakunya,” terangnya. (adm/gus)

Komentar

Rekomendasi