oleh

Terjepit Tol, PT Indokom Samudera Persada Minta Akses Jalan

radarlampung.co.id – Pembebasan lahan pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) masih berbenturan dengan lahan PT Indokom Samudera Persada di Jalan Ir Sutami Desa Suka Negara Tanjung Bintang, Lampung Selatan.

Persoalan yang belum terselesaikan sejak Maret 2017 hingga saat ini. Lantaran pihak PT Indokom Samudera Persada menginginkan akses jalan dari Ir Sutami yang terhubung ke lokasi tanah yang telah dibagi menjadi dua hamparan lantaran akan dibangunnya jalan tol.

Agusman Candra Jaya, Kuasa Hukum PT Indokom dan Saimi Saleh mengatakan, pada Maret 2017, PT Indokom diundang untuk dijelaskan bahwa lokasi pabriknya terkena proyek JTTS. Dari penjelasan itu, bahwa jalan tol telah membelah lokasi yang sebelumnya  satu hamparan menjadi dua hamparan terpisah.

“Kami katakan bahwa ada sisa tanah dan kami hanya bisa bangun di sisa tanah itu. Pada saat itu juga disepakati bahwa nanti akan  dibangun jalan penghubung dari Ir Sutami terhubung ke lokasi tanah tersisa,” jelasnya saat ditemui di kantornya Jl Urip Sumoharjo, Bandarlampung, Selasa (23/1).

Ia menambahkan, setelah itu pada Januari pihaknya pernah mengadakan pertemuan di Hutama Karya untuk membahas lebih lanjut persoalan akses jalan pabriknya tersebut. Pada saat itu, lanjut Agus semua persoalan klir dan tidak ada masalah sehingga akan ada akses jalan.

“Entah kenapa beberapa hari kemudian saya dapat informasi bahwa mereka tidak mau memberikan akses jalan. Alasan dari PU saat itu karena alasannya sudah terlalu lama dan kenapa tidak dari dulu. Terus terang kami tidak bisa melawan proyek ini, karena bagaimanapun juga proyek ini harus jadi. Tapi kan tidak boleh juga harus merugikan pihak warga, apa lagi pabrik itu adalah badan usaha dan memiliki ribuan orang yang bekerja,” terangnya.

Agus meneruskan, juga ada opsi pemindahan bangunan pabrik yang bergerak di bidang pengolahan makanan instan dari seafood tersebut. Terkait opsi ini, pihaknya tidak ada masalah dan menerimanya. Namun, untuk persoalan tanah pihaknya masih menunggu proses kasasi terkait kecocokan harga yang dikeluarkan oleh Badan Pertanahan Nasional (BPN).

“Saya katakan kepada mereka (Hutama Karya dan lainnya) bahwa apapun keputusannya kami ikut saja. Tapi bagaimana dengan solusi pemindahan pabriknya? Sebab pabrik itu juga bukan pabrik kosong ataupun gudang kosong. Melainkan dia pabrik produksi yang didalamnya penuh dengan alat-alat produksi,” jelasnya.

Lanjutnya, jika dipaksakan untuk dipindahkan alat-alat maka pasti akan ada bangunan atau pabrik baru. Sedangkan, katanya, bagaimana memindahkannya jika tidak mempunyai bangunan sedangkan sisa lokasi yang akan dibangun tidak memiliki akses jalan.

“Intinya kita berharap agar semua pihak kepentingan terakomodir  jalan yang sudah dibicarakan bisa direalisasikan oleh pihak Waskita, Hutama Karya atau PU. Sehingga jika ada akses jalan secepatnya kita akan bangun pabrik baru untuk memindahkan barang-barangnya. Kita tidak menuntut jalan berkualitas hotmik, jalan tanah pun tidak masalah. Artinya tidak usah khawatir dengam masalah biaya yang penting ada jalan penghubung dari jalan Ir Sutami ke lokasi bangunan baru,” terangnya. (adm/gus)

 

Komentar

Rekomendasi