oleh

Benny Uzer Terpilih Aklamasi Versi Musdalub Hanura Manhattan

radarlampung.co.id – Meski ketua Dewan Pembina Partai Hanura Wiranto sudah menyudahi dualisme kepemimpinan DPP Hanura dengan tetap menunjuk Oesman Sapta Odang (OSO) sebagai Ketum Hanura, namun dualisme Hanura Lampung tetap terjadi.

Kubu Hanura versi OSO tetap menggelar Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) di Hotel Manhattan, Jakarta, Rabu (24/1) malam.

Hasil pemilihan ketua Hanura pengganti antar waktu hingga 2020 di Manhattan Hotel, ada tiga figur kandidat. Yakni Benny Uzer, Andi Desfiandi dan Nazaruddin.

Baik Andi Desfiandi dan Nazaruddin mengundurkan diri, dan secara aklamasi terpilih Benny Uzer yang sebelumnya menjabat Dewan Pakar Hanura.

‘Semua ini berdasar AD/ART Partai Hanura. Pasal 34, ayat 3, Point c, yg isinya berbunyi: “Ketua Umum DPP Hanura adalah penanggungjawab keseluruhan struktur organisasi dengan berbagai kewenangan yang dimiliki, yaitu mengambil kebijakan, keputusan yang bersifat strategis, dalam kondisi tertentu untuk menyelamatkan partai, khususnya dalam mengikuti dan pemenangan tahapan Pemilu Legislatif maupun Pemilu Presiden dan Wakil Presiden”.” kata Plt. Ketua DPD Hanura, Andi Surya, Rabu (24/1) malam.

Baca JugaAkhiri Dualisme, Wiranto Tegaskan Ketum Hanura Tetap OSO

Baca JugaHanura Lampung Dualisme, Andi Surya Plt. Ketua DPD

Ketentuan Pasal dan ayat ini, sambung dia, digunakan Ketum Hanura oleh karena Pimpinan DPD dan DPC Hanura telah melakukan pelanggararan, yaitu: Mosi tidak percaya yang tidak berdasar kepada Ketum. Tidak mengakui SK Plt. Ketua DPD Hanura Lampung. Tidak menghadiri undangan Musdalub DPD Hanura di Jakarta.

Menurut Andi, Musdalub juga sudah memenuhi syarat karena menurut dia semua DPC hadir. “Memenuhi syarat karena semua DPC hadir. Kalaupun Ketua DPD tidak hadir ada wakil ketua DPC, sekretaris, wakil sekretaris dan lainnya,” ungkapnya.

Ditanya bukankah Wiranto sudah memutuskan Hanura tetap satu dibawah kepemimpinan OSO, lalu mengapa tetap menggelar Musdalub, Andi menyatakan hal itu karena mengganti kepengurusan yang melakukan makar ke partai. “Diganti karena makar ke partai,” tegasnya. (rlo/gus)

Komentar

Rekomendasi