oleh

Lampung Dinilai Darurat Kasus Pelecehan Seksual

radarlampung.co.id – Maraknya kasus pelecehan seksual di Lampung akhir-akhir ini membuat prihatin berbagai kalangan.

Banyaknya laporan kasus dugaan pelecehan seksual, utamanya menimpa anak-anak dibawah umur, harus menjadi kewaspadaan semua elemen masyarakat, pemerintahan dan penegak hukum di Lampung.

Pengamat sosial dari Universitas Lampung (Unila), Bartoven Vivit Nurdin menilai, Lampung bisa dikatakan darurat tindak pelecehan seksual.

“Ya, ini kasusnya belakangan sudah tinggi. Darurat kasus pelecehan seksual ini harus segera disikapi dengan serius oleh semua pihak. Lakukan pencegahan agar tidak lagi terulang,” ujarnya.

Diketahui, kasus pelecehan seksual merata ke beberapa kabupaten di Lampung, akhir-akhir ini. Mulai dari dugaan pencabulan belasan santri di pondok pesantren di Lampung Selatan, juga ada kasus serupa di salah satu ponpes di Lampung Tengah. Yakni dialami Cn, mantan santri di ponpes Lamteng dan sudah melapor ke Polda Lampung, beberapa waktu lalu.

Belum lagi, laporan dugaan kekerasan seksual menimpa anak di bawah umur di Lampung Timur, pemerkosaan anak kandung oleh ayah kandungnya. Serta dugaan pencabulan oleh tukang cukur terhadap anak dibawah umur di Lampung Barat.

Dalam pandangan Bartoven, salah satu penyebabnya adalah predator pelaku pencabulan justru banyak dari orang yang terdekat korban.

“Sehingga muncul kasus seorang ayah kandung dalam satu keluarga tega mencababuli anaknya sendiri. Saya melihat dari kualitas kasus-kasus yang ada ini adalah darurat dan harus diwaspadai. Karena seharusnya itukan tidak perlu terjadi walaupun hanya satu kasus sekalipun,” jelasnya, kepada radarlampung.co.id, Sabtu (27/1).

Ia menambahkan, fenomena yang terjadi di masyarakat ini juga susah dihentikan. Bahkan bisa terus menerus terjadi jika tidak mempunyai iman. Dampak negatifnya sendiri, lanjutnya, anak-anak tidak aman dilingkungannya sendiri.

“Untuk mencegahnya banyak macam-macam dari berbagai pihak seperti pemerintah, orang-orang sekitar, penegak hukum atau lainnya. Banyak hal yang bisa dilakukan bagaimana anak-anak itu ruang bermainnya. Selalu mengontrol rumah dan anak-anak ketika pulang ke rumah. Semuanya warning dan tidak hanya terjadi di Lampung saja karena mencegah lebih baik dari pada mengobati,” pungkasnya. .(adm/gus)

Komentar

Rekomendasi