oleh

Sebelum Meninggal, Aisyah Minta Ditemani Membeli Bunga untuk Kado

radarlampung.co.id – Kesedihan mendalam menyelimuti keluarga, kerabat dan rekan almarhumah Aisyah Sukmawati (21) warga Jalan Pulau Legundi, Gang Sanusi, Sukarame, Bandarlampung, yang tewas terlindas Fuso, Senin (29/1) siang.

Kalangan keluarga dan rekan tak menyangka Aisyah akan pergi secepat itu. Sebab, sebelumnya tak ada tanda-tanda yang aneh dari almarhumah.

Pantauan radarlampung.co.id, di kediaman almarhumah, rekan, saudara maupun rekan dari kedua orang tua Aisyah silih berganti berdatangan untuk melayat atau pun mengucapkan duka cita.

Almarhumah Aisyah Sukmawati semasa hidupnya. Foto IST

Aisyah anak ketiga dari empat saudara pasangan suami istri Yusmaini dan Federwan. Jenazah dimakamkan pada pukul 15.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Sukarame Jalan Pulau Legundi, Gang Bawai III, Sukarame, Bandarlampung.

Tangis haru pun pecah di pemakaman usai almarhumah dikuburkan. Kedua orang tua dan kakak dari almarhumah menangis seolah tak percaya atas kepergian sang anak.

Mutia (20), sepupu dari almarhumah mengatakan, adik sepupunya itu merupakan sosok yang pendiam jika belum mengenal orang lain. Namun dimatanya, adik sepupunya tersebut orang yang sangat mengasyikan untuk diajak bicara.

“Kalau belum kenal benar memang dia (almarhumah) terlihat pendiam. Tapi kalau sudah kenal dia asik kok diajak ngobrol bahkan dia sedikit cerewet,” katanya di saat ditemui di pemakaman, Senin (29/1) sore.

Mutia melanjutkan, dirinya terakhir bertemu dengan adik sepupunya tersebut pada malam Minggu. Saat itu katanya, dirinya menemani adik sepupunya tersebut untuk membeli buket bunga untuk kado.

“Terakhir malam Minggu saya ketemu. Waktu itu dia minta temenin untuk beli buket bunga untuk kado. Setelah itu kami mengobrol di rumahnya,” ujarnya.

Atas kejadian itu, Mutia tak percaya bahwa secepat itu adik sepupunya meninggalkannya dengan tragis. Saat kejadian, dirinya mengetahui kabar tersebut dari RT setempat yang mengabarkan kepadanya bahwa almarhumah terjadi kecelakaan.

“Pak RT mendatangi rumah saya dan memberitahukan kepada saya bahwa Aisyah kecelakaan. Karena rumahnya sering sepi hanya ada adiknya saja jadi pak RT mendatangi rumah saya dan saya langsung mengabarkan orang tuanya,” jelasnya.

Pantauan radarlampung.co.id, usai pulang dari pemakaman rekan maupun keluarga dari almarhumah terus berdatangan ke kediaman almarhumah. Terlihat juga ada rekan dari orang tua almarhumah berseragam PNS berdatangan untuk mengucapkan duka cita.(adm/gus)

Komentar

Rekomendasi