oleh

16 Mahasiswa Asing Belajar Penanggulangan Bencana di Unila

radarlampung.co.id – Universitas Lampung (Unila) bekerja sama dengan Kansai University of International Studies (KUIS), Jepang, Universitas Utara Malaysia (UUM), Universitas of Filiphina dan Universitas Thailand. Kerja sama tersebut terkait memberi materi kepada 16 Mahasiswa asing asal Jepang, Malaysia dan Filipina.

Pemberian materi dilaksanakan di Gedung Direktorat, Fakultas Ekonomi Kampus Universitas Lampung (Unila), Senin (5/2). Hadir juga sebanyak 14 mahasiswa Unila dalam pengisian materi terkait antisipasi menghadapi bencana genpa dan tsunami.

Pemberian Materi diisi oleh Dosen Fakultas Tehnik Suharno. Dalam materi itu, ia mengatakan, tujuan pemberian materi terkait bencana gempa dan tsunami untuk mengetahui sistem antisipasi dan melatih mahasiswa asing maupun Unila agar bisa menghadapi bencana.

“Ini adalah kegiatan kerjasama dengan Asean, dan kebetulan pada saat ini kegiatannya diselenggarakan di Kampus Unila. Mahasiswa asing terdiri 13 masiswa Jepang, 2 mahasiswa Filipina, 1 mahasiswa Filipina dan 16 mahasiswa Unila,” ujarnya kepada radarlampung.co.id, Senin (5/2).

Ia menambahkan, kegiatan tersebut berlangsung sejak tanggal 3 Februari hingga tanggal 12 Februari mendatang. Usai memberi materi kegiatan akan dilanjutkan dengan diskusi dan dibagi dua kelompok.

“Tadi saya sudah memberikan materi tentang bencana gempa bumi dan tsunami. Selanjutnya akan kota bagi dua kelompok untuk membahas yang tadi disampaikan. Karena pada tanggal 12 Februari mendatang akan diadakan presentasi nasional,” kata dia.

Terpisah, Staff Internasional Fakultas Ekonomi Bisnis, Suri mengatakan, kegiatan ini baru pertama kalinya dilaksanakan di Indonesia khususnya Lampung. Pemateri yang akan didapat mahasiwa khusunya mahasiswa asing tentang septi manajemen bagaimana mereka belajar menanggulangi bencana alam atau bencana yang disebabkan manusia.

“Selain mereka kiliah mereka juga akan kegiatan Fisit Industei dan nanti juga akan pergi ke Liwa untuk melakukan penelitian bencana dan juga mendatangi Pemeritah Daerah (Penda) setempat untuk menanyakan peran pemerintah dalam menanggulangi bencana,” terangnya.

Ia menambahkan, materi kiliah hanya diisi sebanyak tiga kali diantaranya pada hari Senin, Selasa dan Jum’at. Pemateri juga akan langsung diisi oleh dua dosen Unila yakni, Fakultas Tehnik, Suharno dan Fakultas Pertanian, Udin Hasanudin.

“Kegiatan ini fokus pada bagaimana cara menanggulangi bencana alam. Dengan nantinya pergi ke Liwa, mahasiswa bisa mengetahui langsung tempat dan lokasi terjadinya gempa yang baru-baru ini terjadi,” tutupnya.(adm/ang)

Komentar

Rekomendasi