oleh

Buronan Kejari Waykanan, Diringkus di Bengkel

radarlampung.co.id – Eks Sekretaris Dewan (Sekwan) Way Kanan, Mujianto ditangkap Tim gabungan Kejaksaan Tinggi (Kejati) dan Kejaksaan Negeri (Kejari) Waykanan, Senin (5/2).

Warga Perumahan Hijau Residen, Untung Suropati, Bandarlampung, itu merupakan terpidana Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejari Waykanan sejak tahun 2011. Ia berhasil ditangkap saat berada di bengkel miliknya di Jalan RA Basyid, Untung Suropati, Bandarlampung.

Kepala Seksi Intelejen Kejari Waykanan Ilham Wahyudi menjelaskan, penangkapan satu dari dua terpidana DPO tersebut berawal dari penyelidikan tim-nya. Awalnya, kata Ilham, pihaknya mendapatkan informasi bahwa terpidana berada di Banjit.

“Selama satu bulan kami mencarinya dan mendapatkan informasi bahwa berada di serang. Setelah itu kami mendapatkan informasi lagi bahwa terpidana berada di kediamannya di Perumahan Hijau Residen, Untung Suropati,” jelasnya, Senin (5/2).

Setelah mengetahui lokasi keberadaannya, lanjut Ilham, pihaknya kemudian mendatangi kediamannya. Namun, saat dikediamannya, pihaknya tidak menemukan terpidana dikediamannya.

“Kami terpaksa menunggu lagi, dan setelah Dzuhur kami mendapatkan informasi bahwa terpidana ada di bengkelnya. Dari situ kami langsung menangkapnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, kini pihaknya sedang memburu rekan dari terpidana bernama Feri. Peran Mujianto saat itu, hanyalah sebagai pembantu pelaksanaan kerjaan di lapangan.

“Kita tinggal memburu Feri, dan mudah-mudahan cepat tertangkap. Sebenarnya terpidanan sudah mempunyai itikad baik ingin menyerahkan diri, namun karena ragu-ragu kami terpaksa menangkapnya terdahulu,” tutupnya.

Sebelumnya, terpidana terjerat kasus proyek peningktan ruas jalan di Way Kanan pada tahun 2004. Dari kasus tersebut, kerugian negara mencapai Rp49 juta sekian.

Mujianto diputus pada tahun 2011 oleh Pengadilan Negeri, Tanjungkarang selam enam bulan dengan denda sebesar Rp50 juta dan Uang Pengganti (UP) sebesar Rp 15 juta.

“Ia pernah mengajukan Peninjauan Kembali (PK), namun ditolak oleh Mahkamah Agung (MA). Untuk UP-nya sampai saat ini belum dibayar dan nanti kita akan buatkan surat pernyataan sanggup bayar atau tidak. Jika tidak maka akan ditambah kurungan penjara selama tiga bulan,” tutupnya.(adm/ang)

Komentar

Rekomendasi