oleh

Puluhan Ton Ikan di Danau Ranau Mati

radarlampung.co.id – Puluhan ton ikan mati di Danau Ranau diwilayah Kecamatan Lumbok Seminung Lampung Barat (Lambar) beberapa hari terakhir.

Peristiwa ini membuat Dinas Lingkungan Hidup (DLH) kabupaten Lambar turun tangan dengan melakukan uji laboraturium terhadap air Danau Ranau.

Uji Labaoratorium ini dilakukan untuk mengetahui kandungan air apa saja yang ada di air danau yang menyebabkan ikan mati.

Sayangnya, Peralatan laboratorium yang dimiliki DLH Lambar tidak cukup memadahi sehingga, air sample dibawa ke DLH Provinsi Lampung.

Kepala DLH kabupaten Lambar Syekhudin mengatakan, pihaknya sudah mengambil sample air untuk diuji lab.

“Kami sudah mengambil sample air dibeberapa titik. Sudah kami kirim ke DLH Provinsi Lampung. Untuk hasilnya kemungkinan pekan depam baru bisa diketahui,” kata dia.

Fenomena ini, sambung dia, memang rutin disetiap tahun. Namun kadang, pengaruhnya besar kadang kecil. Seperti tahun 2011 jumlah ikan mati banyak, kemudian di tahun selanjutnya sedikit. Hingga tahun 2016 , besar lagi dan terakhir tahun 2018 ini,” imbuhnya.

Fenomena ini terjadi sejak tanggal 1 januari, dan puncaknya tanggal 3 dan kemudian tanggal dan tanggal 5 sempat menurun karena airnya berubah Hijau kehitaman dan tanggal 6 informasinya naik lagi, dan sekarang menurun lagi” terangnya.

Diketahui, puluhan ton ikan mati di Danau Ranau terindikasi air belerang yang keluar dari Gunung Seminung yang berada dekat Danau.

Kepala Dinas Perikanan Pemkab Lambar,  Syamsi Mursalin melalui Kabid Pengelolaan dan Budidaya Ikan, Umi Fitriyah mengatakan, bahwa yang ditakutkan para petani ikan adalah ketakutan mereka dikejar bank dalam pembiayaan modal untuk usaha kerambah mereka.

“Berdasarkan data hitungan kami  bahwa ikan mati sekitar 30 ton. Kerugian mencapai Rp1 miliar lebih,” kata Umi. (jks/gus)

Komentar

Rekomendasi