oleh

Duh, Ternyata BPBD Belum Punya Mobil Tangga Pemadam untuk Gedung Tinggi!

Di Kota Bandarlampung kini sudah banyak berdiri gedung bertingkat tinggi hingga diatas 10 lantai. Mulai dari hotel, mall, apartemen hingga perkantoran baik pemerintah maupun swasta. Namun, jika terjadi musibah kebakaran, ternyata Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandarlampung belum punya peralatan memadai untuk memadamkan api di gedung tinggi. Lalu bagaimana jika terjadi kebakaran di gedung tinggi?

Laporan Damiri/radarlampung.co.id

MEMASUKI kantor BPBD Bandarlampung langsung disambut deretan mobil pemadam kebakaran dari berbagai jenis. Namun, tak terlihat jenis kendaraan pemadam kebakaran berat yang dilengkapi tangga hidrolik yang bisa memadamkan api untuk gedung tinggi. Padahal, jika melihat kondisi gedung di Bandarlampung, kini sudah banyak gedung tinggi seperti Hotel Novotel, Swissbel-Hotel, Horison, Batiqa dan lainnya dengan puluhan dan belasan lantai.

Untuk diketahui, seharusnya BPDB memiliki mobil tangga damkar yang memadai atau seperti jenis Buffalo Fire Truck. Memiliki tangga yang mampu menjangkau ketinggian 33 meter. Namun harganya ternyata cukup mahal yakni kisaran Rp17 miliar perunit.

Sekretaris BPBD Kota Bandarlampung Erwin mengakui kelemahan BPBD adalah tidak memiliki tangga yang tinggi saat akan memadamkan api jika membakar gedung-gedung tinggi seperti hotel, mall, perkantoran dan lainnya.

Penyebab tidak adanya mobil tangga yang tinggi menurut Erwin lantaran memiliki harga fantastis hingga belasan miliar. Oleh karena BPBD tidak memiliki tangga sejak dibentuknya BPBD dari awal.

“Sebenarnya kita masuk dalam tim perizinan. Artinya untuk bangunan baru khususnya yang tinggi kita merekomendasikan agar mereka membuat proteksi kebakaran atau tabung pemadam kebakaran disetiap lantai seperti hotel, mall, perkantoran dan lainnya. Selama ini, jika terjadi kebakaran yang sulit dijangkau maka kami berkordinasi dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) untuk meminjam mobil tangga mereka,” jelasnya.

Adapun mobil tangga milik Dinas PU atau yang disebut mobil snorkel, biasa digunakan untuk memotong pohon, memperbaiki lampu penerangan jalan umum dan lainnya. Tingginya pun terbatas yakni hanya 15 meter.

“Sementara kita andalkan dengan meminjam mobil snorkel Dinas PU itu. Tetapi jika ada gedung tinggi yang terbakar, maka alternative terakhir adalah bagaimana agar kebakaran tidak menyebar. Itu saja dulu,” tandasnya.

Menurut Erwin, saat ini BPBD memiliki kendaraan sebanyak 13 mobil pemadam. Diantaranya, sembilan mobil jenis suplai air dan empat mobil jenis damkar. Delapan dari 13 mobil milik BPBD ternyata berada di beberapa kecamatan diantaranya Panjang, Bumi Waras, Telukbetung Utara, Kemiling, Tanjungkarang Timur, Sukabumi, Labuhanratu dan Rajabasa.

Selain itu, BPBD juga memiliki 16 titik klonteng atau sumur bor tempat pengambilan air. Tersebar diantaranya di Posko BPBD, Jalan Rasuna Said, Pasar Bambu Kuning, Pasar Cimeng, Pasar Panjang, Pasar Tugu, Zainal Abidin Pagar Alam, Rumah Sakit Umum dan Daerah, Pasar Wayhalim, Kantor Kecamatan, Pasar Tamin, Terminal Panjang, Kantor Kecamatan Kemiling, Labuhan dan Sukabumi.

“Sedangkan untuk petugas sendiri, kami memiliki pegawai dengan keseluruhan berjumlah 200 pegawai. Sebanyak 160 dari 200 pegawai berada di lapangan sebagai tim pemadam kebakaran. 160 pegawai tersebut dibagi menjadi tiga shift dengan satu shift berjumlah 6 pegawai yang siap membawa kendaraan mobil pemadam dengan muatan air sebanyak 5.000 liter. Tim tersebut bekerja selama 24 jam mulai dari pagi pukul 08.00-20.00 WIB,” ungkapnya.

Menurut Erwin, tim tersebut selalu siap siaga saat mendapatkan informasi dari masyarakat dengan adanya bencana. “Tanpa menunggu lama, informasi itu dimanfaatkan dengan meluncur mencapai tujuan paling lama dengan waktu 15 menit yang sudah diatur oleh Indonesia,” tegasnya. (gus)

 

Komentar

Rekomendasi