oleh

Hanura Tubaba Bergolak

radarlampung.co.id – Meskipun Wiranto sebagai Dewan Penasehat Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) telah memutuskan bahwa Oesman Sapta Odang (OSO) dsebagai Ketum dan Harry Lontung Siregar sebagai Sekjen belum menyatukan partai itu. Bahkan, di Kabupaten Tulangbawang Barat (Tubaba), Hanura sudah bergolak.

Terbukti pada  (7/2), seluruh kader Pimpinan Anak Cabang (PAC) Partai Hanura Tubaba dan Dewan Penasehat DPC Hanura Tubaba menggelar aksi pelepasan atribut Partai Hanura.

Aksi itu ditandai dengan pembukaan baju seragam partai, pelepasan bendera, dan penutupan papan nama Kantor Sekretariat DPC Partai Hanura Tubaba di Panaragan Jaya, Tubaba.

Sutomo, salah satu Dewan Penasehat Partai Hanura Tubaba mengatakan, aksi itu merupakan upaya protes yang dilakukan simpatisan dan kader Hanura Tubaba atas kepemimpinan OSO, sebab selama satu tahun lebih telah bertentangan dengan konstitusi partai, gaya otoriter, dan tidak sesuai dengan marwah Partai Hanura.

“Aksi saling pecat di DPP Partai Hanura antara OSO dan Syarifudin Sudding, berawal dari mosi tidak percaya dari 27 DPD dan 401 DPC Hanura seluruh Indonesia terhadap OSO yang memimpin partai ini,” terangnya kemarin.

Dilanjutkan Sutomo, kekisruhan itu mulai menggaduh dari DPP, turun ke DPD dan DPC setelah SK Menkumham dikeluarkan mengesahkan kepengurusan OSO dan Harry Lontung disaat waktu yang bersamaan Hanura sedang bersengketa dan menyelenggarakan Munaslub 2018, dengan kekuatan SK Menkumham kelompok OSO, secara otoriter melakukan pergantian kepengurusan diseluruh Indonesia mulai dari kepengurusan DPD hingga DPC, termasuk DPC Partai Hanura Kabupaten Tubaba atas perintah OSO.

Karenanya guna menyikapi pergantian paksa kepengurusan diluar konstitusional partai, Sutomo mengatakan bahwa seluruh kader dan simpatisan Partai Hanura Tubaba dengan tegas menolak kepengurusan DPC Partai Hanura Tubaba yang ditunjuk langsung oleh DPP Kubu OSO dengan menjadikan Rudi Dwi Purnomo menakhodai kepengurusan partai yang baru. (fei/gus)

Komentar

Rekomendasi