oleh

Puluhan Rekan Amirudin Gelar Yasinan

radarlampung.co.id – Kesedihan rekan-rekan M. Amirudin setelah mengetahui almarhum telah tiada ini sempat tak dipercayai oleh rekan-rekannya di Ikatan Mahasiswa Lampung (Ikamala) Undip. Semalam, seluruh anggota Ikamala menggelar yasinan di salah satu kediaman anggota ikamala guna mendoakan kepergian Amir.

Tak disangka memang, kerap mengajak bermain bersama selama tiga hari belakang membuat Humam Kurniadhi Tama harus merelakan sahabat nya baru dikenalnya semenjak menjadi Mahasiswa Jurusan Teknik Mesin, Undip.

Humam, panggilannya ini saat dihubungi radalampung.co.id, pun masih merasakan shock atas kepergian Amir yang terbilang mendadak. Sebab, dirinya masih sempat bertemu paginya sekitar pukul 07.00 WIB.

“Semalem, kita anak Ikamala ada kegiatan ngecamp di Ungaran. Tapi saya lihat, Amir sempat tidur sekitar jam 04.00 WIB. Pas paginya jam 7 an, karena Amir nggak bawa kendaraan dia pulang ke Tembalang dengan saya naik motor,” ujar Humam.

Itulah pertemuan terakhir Humam dan Amir. Setelah itu, Humam baru menyadari kepergian Amir yang menurutnya sekitar pukul 12.25 WIB di sekitar Tol Gayamsari, Semarang. Yang menurut Humam, Amir dalam perjalanan dari Tembalang menuju Semarang Bawah.

Informasi telah meninggal dunianya Amir didapat pertama kali melalui satu akun instagram atas nama Fiona yang menanyakan kebenaran meninggalnya Amir. Humam mengaku awalnya sedikit tak percaya.

“Tapi pas saya nelfon dia nggak di angkat, saya jadi panik. Saya buka grup-grup (grup line antar mahasiswa), ternyata bener dia (Amir). Akhirnya saya telfon lah semua orang yang kenal dengan Amir,” jelas mahasiswa semester dua ini.

Ya, meski secara langsung keduanya tidam begitu akrab. Namun, semenjak masuknya semester dua yang baru jalan dua minggu ini Humam merasakan perbedaan sikap Amir.

Amir, aku Humam, menjadi orang yang semakin dekat dengan beberapa kawan kampus. “Ya kalau Amir di kampus sebenernya pendiam, cuma tiga hari belakangan ini memang dia pengen aja ngajak main. Saya tanya ya kata dia lagi pingin aja,” beber Humam.

Karena rasa penasaran membuat Humam akhirnya memutuskan untuk mendatangi lokasi kejadian. Menurut penglihatan Humam, mobil Honda Jazz benomor polisi BE 2098 YT yang di naiki Amir ringsek kebanyakan di bagian kiri dan belakang. Sementara tempat duduk supir yang ditumpangi Amir dalam kondisi baik-baik saja.

Informasi terakhir, jenazah Amir masih di Rumah Sakit Umum Daerah Kariadi Semarang. Sementara Keluarga diketahui sedang dalam perjalanan.

“Kalau sampai saat ini kami Ikamala masih menyumbangkan doa, kami yasinan. Saya sendiri rencananya akan pulang kalau tidak besok, lusa. Tapi dari kampus sendiri saya belum tahu, akan bagaimana,” jelas Humam.

Informasi yang beredar, jenazah akan diberangkatkan hari ini sekitar pukul 06.00 WIB dari Bandara Ahmad Yani Semarang. Kemungkinan, sampai di Lampung pukul 08.30 sampai 09.00 WIB. Dan akan disembayangkan di rumah duka di Jalan Pagar Alam Gang Cendana Nomor 94, Labuhan Ratu, Bandarlampung.(rma/ang)

Komentar

Rekomendasi