oleh

Polres Lamsel Ungkap 4 Kg Sabu dan 46 Kg Ganja

radarlampung.co.id – Acungan jempol patut diberikan kepada jajaran Polres Lampung Selatan. Sebanyak 4 kg narkoba jenis sabu dan 46 kg ganja berhasil diamankan Polres Lamsel.

Dalam ekspos di Mapolres Lamsel, Senin (19/2), Kapolres Lamsel AKBP M. Syarhan mengatakan, penangkapan pada Minggu (11/2), sekitar pukul 15.30 WIB. Petugas Sea Port Interdiction Bakauheni menangkap dua orang laki—laki yakni Abdul Rahman dan Muhammad Husen setelah kedapatan membawa narkoba.

Saat itu, yang bersangkutan membawa 4 bungkus plastik besar bermerek Guanyinwang warna kuning berisi narkotika jenis sabu. Barang terlarang  tersebut ditemukan  di dalam mobil Suzuki Ertiga warna putih nomor polisi B 2877 TOF yang dibawanya.

Kemudian dilakukan pengembangan ke Jakarta, akan tetapi penerima barang tersebut tidak berhasil ditangkap  karena komunikasi terputus / HP tidak aktif lagi. Lalu, tersangka dan barang bukti dibawa ke kantor Sat Narkoba Polres Lamsel.

Dari pengakuan tersangka, sabu tersebut dibawa dari Medan, Sumatra Utara, menuju Jakarta, atas perintah Is (DPO) yang berada di Aceh Utara. Tersangka mengaku diupah Rp60 juta rupiah apabila barang tersebut sudah diserahkan kepada seseorang dengan initial DD (DPO) di Jakarta.

Tersangka Abdul Rahman mengakui,  ini sudah ketiga kalinya dia diperintah oleh Is membawa sabu. Pertama, pada September 2017 tersangka mengantar sabu sebanyak 1 kilogram ke Palembang bersama dengan temannya yang bernama Agam dengan upah sebesar  Rp20 juta. Kedua, tersangka pada sekira bulan Desember 2017 menjelang tahun baru tersangka  mengantar sabu  2 kilogram ke Tangerang bersama dengan temannya yang bernama Adek dengan upah sebesar  Rp45 juta. Ketiga yang tertangkap ini.

Lebih lanjut Kapolres didampingi Kabag Ops, Kabag Sumda, Kasat Narkoba, dan Kasubbag Humas mengatakan, selain sabu, pihaknya juga mengungkap kasus pengiriman 46 kilogram ganja dari Deli Serdang Sumatra Utara dengan tujuan Bogor Jawa Barat, di mobil Bus Putra Pelangi, BL 7337 AX pada (13/2) lalu.

Hingga kini Sat Narkoba Polres Lamsel masih melaksanakan penyelidikan terkait status kepemilikan ganja tersebut.

“Kedua kasus tersebut merupakan pelanggaran pasal 111 ayat 2, pasal 114 ayat 2, pasal 132 ayat 2 Undang–undang  35 tahun 2009, dengan ancaman maksimal hukuman mati,” ungkapnya saat ekspos di halaman mapolres (19/2).

Dengan digagalkannya pengiriman narkoba, sekitar 250 ribu orang calon korban dapat diselamatkan.

“Jadi dampaknya sangat besar. Jika tidak terungkap, 250 ribu orang bias menjadi korban,” tandasnya. (rnn/rls/gus)

 

Komentar

Rekomendasi