oleh

Ternyata, dari Pelajar hingga Pejabat Direhab!

Dalam setahun, Yayasan Sinarjati Agung Lampung, banyak menangani rehabilitasi para pecandu narkoba. Siapa saja pasiennya?

Laporan Damiri/radarlampung.co.id

PECANDU narkoba berasal dari berbagai kalangan. Termasuk yang ditangani oleh Yayasan Sinarjati Agung, Lampung. Dalam setahun, sebanyak 64 orang pasien yang berasal dari berbagai latar belakang.

Program Manajer Instalasi Penerima Wajib Lapor (IPWL) Sinarjati Agung Lampung, Imam Bagoes Sampurna kepada radarlampung.co.id mengatakan, dari datanya di tahun 2017 pihaknya telah merawat rehabilitasi para pecandu narkoba sebanyak 64 orang.

“Ada 64 pecandu yang direhabilitasi di yayasan ini. Terdiri 62 pria dan 2 wanita. Untuk yang rawat inap sebanyak 15 orang dan rawat jalan sebanyak 50 orang. Selain itu, berbagai kalangan juga yang kita rawat dari pelajar hingga pejabat kabupaten/kota,” ungkapnya, Rabu (21/2).

Untuk di bulan Januari 2018, lanjut Bagoes, pihaknya juga telah merawat para pecandu narkoba dari berbagai jenis sebanyak 12 orang. Para pecandu itu diantaranya semua pria.

“Kalau dari Januari hingga Februari ini kita telah merawat pasien pecandu narkoba sebanyak 12 orang. Untuk 12 orang yang saat ini kita rawat juga sebenarnya ada pejabat pemda hingga honor daerah/kota,” terangnya.

Untuk metode pengobatan rehabilitasi di Yayasan yang beralamat di Jalan Cik Ditiro, Sumber Rejo, Kemiling, Bandarlampung itu memberikan pengobatan medis dan non medis.

Bagoes menjelaskan, pengobatan di Yayasan ini juga yang difokuskan non medis seperti pendekatan sosial, individu, terapi sosial, bimbingan sosial dan bimbingan mental.

“Untuk pengobatannya kita juga melibatkan para psikolog, tapi bukan berarti kita juga tidak peduli dengan medisnya. Karena kita juga ada satu dokter dan dua perawatnya untuk mengatasi masalah medis atau penyakit yang menyerta,” jelasnya.

Lebih detil, Bagoes menjelaskan, biasanya untuk para pecandu pasti ada penyakit penyerta. Seperti badan menggigil dan panas dingin atau yang biasa disebut sakau.

“Dengan adanya delapan pegawai diantaranya satu dokter, dua perawat dan sisanya pegawai dari yayasan untuk mengontrol jika ada pecandu yang mengalami penyakit bawaan. Karena kita juga memberikan pendekatan keagamaan dan spiritual seperti salat lima waktu dan mengaji yang sudah dijadwalkan,” ungkapnya. (gus)

Komentar

Rekomendasi