oleh

Begini Akibat Keasyikan Main HP di Jalan

radarlampung.co.id – Salah paham dugaan jambret di Jalan KH. Gholib Pringsewu, antara pelapor AR (14) terhadap Ahmad (28) akhirnya berujung damai. Kejadian tersebut berlangsung sekitar pukul 10.40 WIB pada, Jumat (23/2).

Perdamaian tersebut dilakukan dengan cara rembuk pekon yang juga dihadiri orang tua dari keduanya. Dari hasil itu, keduanya sepakat berdamai.

Kapolres Tanggamus AKBP Alfis Suhaili melalui Kapolsek Pringsewu Kompol Andik Purnomo Sigit mengatakan, berdasarkan hasil pemeriksaan rekonstruksi bahwa Ahmad tidak terbukti berniat atau pun melakukan penjambretan.

“Dari pemeriksaan kami, Ahmad tidak terbukti ingin melakukan penjambretan. Oleh karena itu kami gelar rembuk pekon,” ujarnya saat dihubungi radarlampung.co.id, Sabtu (24/2).

Ia menjelaskan, menurut keterangan AR, saat itu dirinya sedang berjalan kaki bersama temannya tiba-tiba ditepuk pundaknya oleh Ahmad. Tidak ada gerakan lain sehingga Ahmad langsung pergi begitu saja.

“Ahmad menepuk pundak terlapor karena pada saat AR berjalan sambil bermain handphone bersama temannya. Tujuan Ahmad menepuk untuk memperingati lantaran AR berjalan hampir ke tengah jalan,” terangnya.

Lanjutnya, saat itu Ahmad menepuk sambil mengendarai sepeda motor dan hendak menuju ATM BRI Unit 2. Namun, karena AR kaget ia mengira Ahmad jambret sehingga ia berteriak dan warga yang mendengar mengejarnya.

“Saudara Ahmad yang merupakan warga Kelurahan Pringsewu Timur. Usai keluar dari ATM BRI, ia langsung diamankan warga kemudian dibawa ke Polsek Pringsewu,” tutupnya. (adm/gus)

Komentar

Rekomendasi