oleh

STNK Palsu Beredar Sampai Palembang

radarlampung.co.id – Tidak hanya di Lampung, dua tersangka kasus pemalsuan Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) juga menerima order dari pelaku pencurian kendaraan bermotor yang ada di Palembang dan Jawa Barat.

Hal itu diungkapkan oleh Kasubdit II Ditreskrimum Polda Lampung AKBP Ruli Andi Yunianto. Ruli mengutarakan dari Berita Acara Pemeriksaan (BAP). Tersangka Antoni mendapat orderan hingga ke Palembang.

“Dalam BAP dia ngakunya menjual ke Palembang dan baru satu kali. Itu kan pengakuan tersangka, ini masih kita kembangkan,” jelas Ruli kepada radarlampung.co.id, Rabu (28/2).

Tidak hanya itu, Ruli juga mencurigai komplotan ini juga menyuplai STNK palsu hingga ke Jawa Barat. Sebab kata Ruli terungkapnya penyelidikan ini ikhwal dari Polda Lampung dalam membantu Polda Jabar melakukan penangkapan komplotan jaringan pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang menjual kendaraannya ke Lampung. Dari situ kata Ruli, polisi mendapat adanya STNK palsu saat melakukan penangkapan. Polda Lampung kemudian mendalami informasi itu.

Polda kemudian menangkap Antoni Hanafi dan Desta Pratama. Ruli mengatakan otak pembuatan STNK palsu adalah Anton.
“Kemudian karena Desta ini punya kemampuan di bidang komputer dan desain dia rekrut tersangka Desta. Per lembar STNK dia diberi Rp300 ribu sebagai upah,” kata Ruli ditemui di ruangannya. Ruli mengatakan Desta hanya mengerjakan STNK itu berdasarkan data baik nomor mesin dan nomor rangka yang diberikan Antoni untuk kemudian dilakukan input data ke lembaran STNK palsu itu.

Sebelumnya diketahui dua pembuat STNK palsu diamankan tim Subdit III Jatanras Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Lampung. Mereka adalah Antoni Hanafi dan Desta Pratama. Mereka membuat STNK palsu berdasarkan pesanan para komplotan curanmor. Satu lembar STNK kendaraan roda empat dihargai Rp2 juta. (nca/ang)

Komentar

Rekomendasi