oleh

Diduga Bagikan Atribut, PLD Dilaporkan ke Panwas

radarlampung.co.id – Seorang Pendamping Lokal Desa (PLD) dilaporkan ke Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kasui terkait dugaan keterlibatan dirinya dalam berkampanye pemilihan gubernur Lampung 2018.

Santoso warga Dusun IV Kampung Talang Mangga Kecamatan Kasui dilaporkan atas dugaan berkampanye dalam acara pengajian di Kampung Gelombang Panjang Kecamatan Kasui pada hari Minggu (25/2).

Santoso yang merupakan PLD dianggap menyalahi wewenang, semestinya sebagai PLD dirinya netral dalam kegiatan politik seperti diungkapkan Sujatra (37) dari anggota tim pemenangan Ridho Berbhakti (II).

“Dia (Santoso, red) harusnya berada pada posisi netral sebagai PLD. Disini buktinya jelas, dia menyebutkan dan membagikan alat peraga kampanye pasangan cagub dan cawagub saat pengajian. Maka dari itu kami dari tim pemenangan melaporkannya ke Panwascam,” ujar Sujatra, Jumat (2/3).

Dilain pihak, Arif Pramono Ketua Panwascam Kasui membenarkan telah menerima laporan tersebut. Dan akan ditindak lanjuti dengan merekomendasikan laporan ke Panwaskab Waykanan.

“Benar kami sudah menerima laporan atas nama Santoso, dan segera kami tindak lanjuti. Untuk selanjutnya kami rekomendasikan ke Panwaskab,” ucap Arif.

Hairul tim ahli pendamping desa Kabupaten Waykanan saat dihubungi melalui ponselnya membenarkan ada tim PLD di wilayah kasui yang bernama Santoso. Menanggapi hal itu, Hairul mengatakan akan memberikan sanksi sesuai UU Desa, dimana akan diberikan surat peringatan pertama.

“Apabila benar terbukti adanya dugaan tersebut, maka akan kami berikan sanksi sesuai UU Desa, yaitu berupa surat peringatan,” tegasnya.

Terpisah, Deni Ribowo selaku ketua tim pemenangan Ridho Berbhakti (II) Kabupaten Waykanan sangat menyayangkan tindakan yang dilakukan salah satu PLD itu. Deni mengatakan, sejak awal timnya sudah mendeteksi adanya perangkat-perangkat yang bekerja ganda untuk memenangkan salah satu calon, dimana salah satunya pendamping desa.

“Sejak awal kami sudah mendeteksi adanya perangkat yang bekerja ganda untuk memenangkan salah satu calon, dimana salah satunya pendamping desa. Ini sangat rentan sekali dan sudah terjadi di Kecamatan Kasui, di mana saudara Santoso selaku pendamping Desa membagikan atribut dan barang milik paslon Arinal – Nunik kepada warga pada saat pengajian,” sesalnya.

Menurutnya cara-cara ini yang sebetulnya akan mencederai proses berdemokrasi di Lampung. Akibat ambisi atau kecurangan ini proses demokrasi pemilihan kepala daerah Gubernur dan Wakil Gubernur dinodai oleh tangan-tangan kotor yang dilakukan seperti itu.

Lebih jauh, Deni juga memberikan apresiasi kepada Panwascam Kasui dan Panwaskab Waykanan yang bisa bergerak dan bertindak cepat untuk melakukan pengawasan sesuai dengan fungsi dan tugas tanggung jawab selaku Panwas. (sah/rlo)

Komentar

Rekomendasi