oleh

Duh, Polisi Sulit Putus Mata Rantai Narkoba di Kalangan Pelajar

radarlampung.co.id – Peredaran dan penyalahgunaan narkoba di Lampung Tengah kian marak. Polres Lamteng mengaku kesulitan memutus mata rantai peredaran narkoba yang hingga kini merambah para pelajar SMP.

Kapolres Lamteng AKBP Slamet Wahyudi didampingi Kasatnarkoba AKP Hendy Prabowo mengatakan bahwa pihaknya tetap yakin dan komit dalam pemberantasan narkoba meskipun sulit memutus mata rantai peredarannya. “Memutus mata rantai peredaran narkoba memang agak sulit. Tapi, kita tetap yakin dan komit dalam upaya memberantas peredaran narkoba di Lamteng. Tidak ada toleransi bagi pemakai, pengedar, hingga bandar narkkoba. Mudah-mudahan kita bisa memutus mata rantai peredaran narkoba di Lamteng,” katanya.

Ditanya kesulitannya seperti apa, Slamet mengatakan banyak pengedar narkoba di Lamteng. “Kesulitannya, mungkin banyak pengedar narkoba di Lamteng. Anak-anak SMP juga sudah menyalahgunakan narkoba. Tapi, kita terus upayakan memberantas peredaran narkoba. Setidaknya peredaran narkoba di Lamteng bisa berkurang,” ujarnya.

Terkai program drugs amnesty (pengampunan penyalahgunaan narkoba), Slamet mengatakan masih berlaku. “Masih berlaku jika memang ada yang beriktikad baik. Kita akan hargai. Selama ini sedikit yang punya iktikad baik untuk itu. Apalagi bisa mengungkap hingga 1-2 kg SS, kita akan berikan keputusan yang terbaik,” ungkapnya.

Dalam kurun waktu sebulan ini, kata Slamet, Polres Lamteng telah membekuk 19 tersangka penyalahgunaan narkoba. Total barang bukti yang diamankan dari bandar, pengedar, dan pemakai ini seberat 155,97 gram sabu-sabu (SS). “Ada 19 tersangka yang diamankan dengan BB 155,97 gram SS. Ini berdasarkan 12 laporan yang diterima selama sebulan,” katanya.(sya/ang)

Komentar

Rekomendasi