oleh

Parah! Ingin Minta Surat Rujukan, Pegawai Puskesmas Cuek Senam

radarlampung.co.id – Masyarakat kembali mengalami perlakukan diskriminatif untuk memperoleh pelayanan dari Puskesmas Rawat Inap Gedung Air Jalan Sisingamaraja, Gedung Air, Tanjungkarang Barat, Bandarlampung.

Puskesmas tersebut dinilai tidak sigap dalam memberikan pelayanan terhadap pasien yang membutuhkan. Sebab, mereka lebih mementingkan kepentingannya sendiri dibandingkan keselamatan masyarakat yang mendatangi puskesmas tersebut.

Pelayanan yang mengecewakan tersebut dialami oleh NP warga Sisingamaraja, Bandarlampung pada Kamis (1/2) kemarin. Dirinya bersama keponakannya yang saat itu mendatangi puskesmas tersebut merasa kecewa lantaran dirinya bersama pasien lainnya merasa telah diabaikan.

“Kami, khususnya saya sendiri kecewa dengan adanya pelayanan di Puskesmas Rawat Inap Gedung Air,” katanya kepada radarlampung.co.id, Sabtu (3/2).

NP menjelaskan, kejadian berawal saat keponakannya mengalami kecelakaan pada Rabu malam (28/2) Pukul 19.00 WIB. Pada malam itu juga, kata NP, keponakannya langsung dibawa oleh warga ke Puskesmas Gedung Air.

“Setelah ditangani, keponakan saya kemudian disuruh pulang oleh petugas Puskesmas lantaran katanya lukanya tidak serius.,” jelasnya.

Keesokan harinya, lanjut NP, kemudian keponakannya tersebut dibagian kepalanya mengalami sakit sehingga keponakannya itu menjerit menahan rasa sakit. Ia berinisiatif untuk membawa keponakannya ke Puskesmas untuk meminta surat rujukan melakukan scanning pada Kamis (1/3) Pukul 10.00 WIB.

“Saya bawa keponakan saya dalam kondisi sakit dan memakai kursi roda. Setibanya di puskes, saya langsung mengambil nomor antrian dan menunggu bersama keluarga pasien lainnya. Saat itu keponakan saya dan pasien lainnya yang mengalami Kecelakaan juga sudah dibawa ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD),” terangnya.

Setelah itu, lanjutnya, pelayanan tersebut sempat terhenti lantaran dirinya bersama pasien lainnya harus menunggu petugas puskesmas selesai senam diruang tunggu pendaftaran.

“Saya kasihan melihat yang lagi berobat, dan aneh aja ko senam siang-siang. Setau saya kalau mau senam sebelum ada yang berobat. Wajar atau tidak mereka seperti itu,” herannya.

Iya menambahkan, selain itu pengambilan nomor antrian tersebut juga sempat dijeda lantaran sedang menunggu petugas puskesmas yang sedang senam. Petugas puskesmas tersebut kata NP, memang tidak lama mereka senam hanya satu lagu namun dirinya kesal karena saat itu keadaan keponakannya sedang parah.

“Memang tidak lama, tapi saya dan keluarga pasien lainnya kesal kok lebih mementingkan senam dari pada orang sakit. Saya baru pertama kali itu ke puskemas, dan saya benar-benar kecewa kok ada puskes seperti itu,” tuturnya.(adm/ang)

Komentar

Rekomendasi