oleh

Terkait Pelayanan, Kapuskes Gedung Air Akan Evaluasi

radarlampung.co.id – Soal pelayanan yang diduga tidak sigap, pihak Puskesmas Rawat Inap Gedung Air masih akan mencoba melihat CCTV untuk melihat keluhan masyarakat yang diduga merasa diabaikan saat meminta pelayanan di puskesmas tersebut.

Kepala Puskesmas Rawat Inap Gedung Air, Titin Agustin membenarkan, bahwa saat itu petugasnya sedang melakukan senam germas. Ia juga mengatakan, saat itu pasien dalam keadaan tidak darurat sehingga pihaknya tidak terburu-buru untuk memberikan surat rujukan.

“Memang kita setiap hari ada senam germas dan tidak hanya petugas saja kami juga mengajak keluarga pasien untuk melaksanakan senam germas bersama. Selain itu juga, pelayanan juga ada dua yakni darurat dan tidak darurat dan kebetulan pasien yang meminta rujukan itu tidak darurat. Kalau darurat pasti kita sigap masa mau kita ajak senam germas dulu,” ujarnya kepada radarlampung.co.id, Sabtu (3/3).

Dalam hal itu, lanjut Titin, ia juga tidak membantah bahwa pelayanan tersebut tidak baik. Namun, hal tersebut ia anggap sebagai masukan puskesmas untuk melakukan brifing kepada petugas lainnya.

“Walaupun saya sudah tau kronologisnya, tapi itu saya anggap adalah keluhan masyarakat dan kita akan mencoba melakukan brifing kepada petugas lainnya. Soal selanjutnya saya akan lihat CCTV jika memang petugas saya salah maka akan saya beri sanksi,” tegasnya.

Terpisah, Romi selaku dokter yang menangani pasien yang akan meminta surat rujukan tersebut menjelaskan, kejadian sebenarnya bahwa pasien sudah tersebut sudah mengalami kecelakaan dua hari yang lalu sebelum dibawa ke puskemas pada Kamis (1/3).

“Itu sudah dua hari yang lalu kecelakaannya, dan pada saat datang ke puskesmas untuk meminta surat rujukan tidak kondisi seperti yang ada di foto itu hanya dibagian jidadnya ada benjolan makanya minta surat rujukan untuk mengetahui apakah ada keretakan atau tidak,” tukasnya.

Ia juga menambahkan, peristiwa tersebut adalah kondisi tidak darurat dan biasa-biasa saja. Karena pada saat itu, pasien dalam keadaan sadar dan bisa diajak komunikasi sehingga dirinya memutuskan untuk memberikan surat rujukan setelah senam germas.

“Tidak darurat banget sih, karena kalau darurat kita bisa antar pake ambulan. Memang saat itu harus dirujuk, tapi sifatnya bukan pada saat itu harus ditangani langsung. Kecuali kalau pasien tidak sadar dan tidak bisa diajak komunikasi baru kita berikan rujukan langsung,” katanya. (adm/ang)

Komentar

Rekomendasi