oleh

Diduga Telur Palsu Beredar di Lampura

radarlampung.co.id – Masyarakat di Kabupaten Lampung Utara nampaknya harus waspada. Itu terkait dugaan beredarnya telur palsu di wilayah bumi Ragem Tunas Lampung.

Awal munculnya dugaan beredar telur palsu ketika seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Jalan Pelangi 1  Kotabumi merasa aneh. Pasalnya, telur yang baru tiga hari dibelinya dari salah satu warung yang ada di wilayah Tanahmiring, tiba-tiba beku saat dimasukkan ke dalam kulkas.

Saat hendak dimasak, telur tersebut tidak seperti telur biasanya yang seketika jika dipecahkan langsung pecah. Namun telur itu keras dan harus dibelah terlebih dahulu menggunakan pisau.

“Saya kaget biasanya nggak seperti itu, mau seminggu atau dua minggu juga di kulkas nggak apa-apa. Kok ini baru tiga hari jadi keras begitu, saya pegang juga seperti karet kenyal-kenyal. Akhirnya telur itu nggak saya masak, takut bahaya,” terangnya, Sabtu (3/2) malam.

Mirisnya lagi, lanjut wanita berhijab ini, saat telur itu dibelah dan dimasukkan ke dalam wadah dan diletakkan di luar kulkas telur itu mencair. Dan cairnya tidak kental seperti telur pada umumnya bahkan tidak menimbulkan bau amis.

”Kan aneh, biasanya telur itu amis baunya, terus lengket dan kental. Tapi kok ini enggak,  kayak telur palsu,” terangnya.

Untuk telur yang dibelinya, sendiri lanjutnya, dibeli dengan harga Rp1.500 perbutirnya pada Kamis(1/2) lalu. Sebelumnya, ia tidak pernah membeli telur di warung tersebut, namun karena saat lagi berpergian dan hujan ia berteduh di warung tersebut.

Saat membeli telur itu, dirinya tidak merasa ada sesuatu yang aneh. Biasanya, ia membeli telur ditempat langganan. Namun karena hujan dan harus menyiapkan makan siang dan sore untuk sang suami akhirnya ia membeli telur eceran sebanyak tiga butir.

”Kaget banget, seumur-umur belum pernah liat telur jadi es kayak gitu. Saya takut telur itu dimakan lagi sama keluarga saya, akhirnya saya buang,” ucapnya.

Ditambahkan, dari tiga butir telur itu, satu diantaranya sudah masak untuk makan malam. Namun saat memasak satu butir telur itu memang ia sudah merasa heran karena telur itu saat dikocok tidak berwarna kuning terang seperti telur pada umumnya dan teksturnya sangat encer seperti air biasa.

“Nggak ada efek soalnya langsung tidur habis makan malam. Nggak tau ngaret apa enggak soalnya dimasaknya didadar. Kalau itu memang telur palsu saya berharap telur itu tidak ada lagi di Lampura dan dihilangkan dari peredarannya,” ujarnya.

Terpisah, Asisten II Pemkab Lampura Hi. Syahrizal Adhar, menyatakan, pihaknya akan segera menelusuri keberadaan telur palsu tersebut.

”Kita akan segera koordinasi dengan pihak terkait yakni Dinas Kesehatan, untuk mengetahui sumber telur tersebut. Yang jelas kita akan kros cek, terlebih dahulu,” pungkas Syahrizal. (rid/rnn/gus)

 

Komentar

Rekomendasi