oleh

Tingginya Kepuasan Terhadap Kinerja Ridho-Bachtiar Dinilai Wajar

radarlampung.co.id – Lembaga Survey Charta Politika Indonesia mengeskpose tingkat kepuasan masyarakat terhadap kinerja Muhammad Ridho Ficardo dan Bachtiar Basri yang dilakukan di Hotel Horizon, Bandarlampung, Selasa (20/3). Salah satu hasilnya, masyarakat Lampung puas dengan kinerja pelayanan pendidikan dan kesehatan.

Bidang Pendidikan menempati angka tertinggi dengan kepuasan masyarakat mencapai 72,8%, disusul bidang kesehatan yang mencapai 66,1%. Dalam survey juga disebutkan Pemerintahan Ridho-Bachtiar memiliki tingkat kepuasan kinerja tertinggi di Daerah Pemilihan 5 Lampung Utara dan Way Kanan, di mana angka cukup puas mencapai 72,7%, kemudian disusul Dapil 6  Mesuji, Tulangbawang Barat dan Tulang Bawang (70%), Dapil 3 Metro, Pesawaran, dan Pringsewu (65,6%), Dapil 8 Lampung Timur (65,5%).

Sementara, untuk penilaian masyarakat terhadap kinerja Pemerintah Provinsi Lampung dinilai sangat baik. Ketersediaan air bersih mencapai 70,4% , peningkatan hasil pertanian 58,3%, Ketersediaan pupuk, bibit dan alat pertanian (54,5%), dan Pemerintahah yang transparan dan akuntable (50,4%). Untuk kondisi jalan raya Provinsi Lampung survey Charta Politika membuktikan 53,6% menilai sudah lebih baik.

Tingginya tingkat kepuasan terhadap kinerja Ridho-Bachtiar, hingga 70 persen hasil survei Charta Poilitika Indonesia dimata Akademisi Universitas Lampung Mohammad  Nizar, MA., adalah hal yang wajar. Sebab, gubernur sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat di daerah, sukses diemban oleh Ridho dan Bachtiar.

“Kalau saya baca tingkat kepuasan terhadap Ridho dan Bachtiar itu karena memang menjalankan kinerja pelaksanaan dari pemerintah pusat di daerah sesuai dengan prioritas. Sebab kan apa yang diemban pemprov juga terkait dengan program nasional. Saya melihat sektor pendidikan dan kesehatan bagi petahana gubernur dan wagub Lampung cukup berhasil,” ungkapnya.

Di bidang pendidikan dan kesehatan merupakan kunci akan kemana manusia digerakkan. Karena pendidikan adalah cara yang paling cepat baik itu untuk pribadi, komunitas, daerah, ataupun negara untuk menjadi lebih maju. Tanpa masuk dari pendidikan orang akan memahami suatu kemajuan secara alami.

Untuk akses pendidikan semua bisa dirubah termasuk mindset. “Cara berfikir berubah, maka yang lain akan berubah,” ucapnya.

Konteks kesehatan, juga bukan sekedar akses. Tetapi makna sehat yang ikut memengaruhi. “Kesehatan terkait erat dengan produkstifitas manusia. Kepastian produktifitas kembali kepada badan atau kesehatan. Nah, pelayanan dan kesehatan ini juga menjadi kunci,” ucapnya.

Moh. Nizar juga menyoroti bahwa bagaimanapun kinerja Ridho-Bachtiar disebut berhasil atau membuat kepuasan publik, hanya bisa dibandingkan dengan level sepadan. Yakni pemerintahan provinsi dikomparasi dengan pemerintahan provinsi, bukan di bawahnya.

“Dalam hal ini nggak bisa cuma dibandingkan dengan pemerintah di bawahnya. Pemprov ya harus dengan pemprov bukan dengan kabupaten/kota. Maka hasil komparasinya adalah kinerja Lampung bagaimana di tingkat regional Sumatera misalnya. Dengan Palembang, Bengkulu, Jambi bagaimana. Jika ternyata lebih baik dan meningkat, maka hal itu tolok ukurnya,” tandas Dosen FISIP Unila itu.

Moh. Nizar menambahkan, tugas gubernur adalah fungsi koordinasi. Nah, dia melihat orang yang bisa memaksimalkan fungsi koordinasi dalam hal ini adalah orang yang visioner.

“Orang yang mampu menyamakan persepsi dalam cara pandang persoalan dan potensi. Kemampuan mengorganisir selalu menjadi PR, sebab kalau sumberdaya sebenarnya tak  masalah tetapi bagaimana menggerakkan sumber daya menjadi sebuah goal, itu menurut saya bukan hal yang mudah,” pungkasnya.   (rlo/gus)

Komentar

Rekomendasi