oleh

Rayakan Hari Air, Radar Lampung Online Sambangi CCAI

radarlampung.co.id – Tepat di hari air sedunia hari ini(22/3), tim Radar Lampung Online menyambangi salah satu yang perusahaan mendukung penuh gerakan konservasi air di Lampung yaitu Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) wilayah Lampung.

Corporate Affair Regional Manager West Indonesia CCAI Yayan Sopian saat menerina kunjungan yang dipimpin oleh General Manager Radar Lampung Online Agus Purnomo beserta redaktur Radar Lampung Online Anggri Sastriadi dan Yunike Purnama.

Kunjungan tim Radar Lampung Online ke CCAI wilayah Lampung, Kamis(22/3). Foto : Yunike Purnama/radarlampung.co.id

Coca Cola Amatil Indonesia (CCAI) Lampung menjadi daerah pertama yang merealisasikan program Coca Cola Forest pertama di Indonesia. Dan, perkembangannya saat ini CCAI wilayah Lampung berhasil menjadi contoh daerah lain untuk penerapannya.

Yayan menjelaskan secara garis besar CocaCola Forest merupakan program penanaman pohon yang diluncurkan pada bulan November 2014 untuk mendukung konservasi air dan pengembangan masyarakat di dalam dan sekitar pabrik CCAI Lampung. “Hal ini direspon sangat baik, karena dapat memberikan kesadaran betapa pentingnya peran air dan  manfaat keberlangsungan yang besar untuk masyarakat sekitar,”ujarnya.

Kunjungan tim Radar Lampung Online ke CCAI wilayah Lampung, Kamis(22/3)

Saat ini sudah ada sekitar 2.800 pohon jabon yang ditanam diarea CCAI wilayah Lampung. Dan, pada akhirnya memberikan dampak besar terhadap pemenuhan kesediaan air untuk kebutuhan warga sekitar ataupun CCAI sendiri. “Konsep yang dipakai ialah menciptakan keberlanjutan, peran CCAI sama dengan masyarakat yaitu memiliki tanggung jawab yang sama terhadap lingkungan termasuk soal air,”tambah Yayan.

Selanjutnya, setelah berhasil menjadi pionir memberi pengaruh positif manfaat konservasi air. Saat ini CCAI Lampung juga sedang menerapkan manfaat alam tidak hanya dari segi lingkungan tetapi bisa merambah ke ekonomi dan sosial.

“Salah satunya saat ini yang masih terus berjalan ialah program menjadikan generasi muda sebagai influencer atau pembawa pengaruh besar terkait profesi petani sebagai profesi yang populer dan banyak diminati,”kata Yayan.

Dalam prosesnya, CCAI mengolah limbah yang bisa bermanfaat untuk lingkungan, ekonomi dan sosial. Caranya untuk limbah cair dikelola hingga menjadi air bersih yang tidak berbau, tidak berwarna dan tidak beracun.

“Air hasil limbah olahan yang sudah jadi air bersih ini yang dialirkan ke sungai dan layak bisa digunakan, inilah yang menjadi manfaat untuk lingkungan,”jelasnya.

Kemudian, untuk limbah padat dari bekas botol minuman sudah dijadikan tempat cabai kemasan hingga berbagai kreasi lainnya yang bisa memberikan manfaat ekonomi untuk masyarakat sekitar.

Selanjutnya untuk sisi ekonomi dalam mendukung ketahanan pangan, CCAI menggandeng generasi muda atau karang taruna sebagai influencer atau pembawa pengaruh besar terkait profesi petani sebagai profesi yang banyak diminati. Dengan menggandeng para akademisi dan penggeliat pertanian untuk membuka pemikiran para generasi muda untuk menjadi petani cerdas, tidak hanya bisa memanen tetapi juga menjadi pemasar.

“Karena kondisi saat ini petani hanya kerja keras memanen tanpa bisa menikmati hasil yang maksimal, maka dengan hal ini CCAI memberikan terobosan baru terkait profesi petani lebih cerdas yang bisa mengelola lahan dan memasarkannya dengan konsep ide lebih fresh dan modern,”jelas Yayan.

Terakhir yang sudah CCAI lakukan antara lain adalah Pasar Tani, yaitu sayuran yang dijual adalah ditanam ialah berasal dari lahan CCAI dan warga sekitar. Selanjutnya ada festival rujak dengan kemasan lebih menarik, buah segar dan cabai-cabaian yang berasal dari lahan CCAI. “Dan, untuk pematangan proses penjualan rutin CCAI menggelar workshop kewirausahaan untuk para peserta dari pemateri yang matang dibidangnya,”tutupnya. (ynk/ynk)

 

Komentar

Rekomendasi