oleh

Ini Firasat Terakhir Keluarga Korban Tabrakan Maut Tarahan..

radarlampung.co.id – Satu keluarga yang meninggal dunia akibat terlibat kecelakaan lalu lintas beruntun di tanjakan  Tarahan, Lampung Selatan, Kamis (22/3) membuat keluarga korban kaget. Sebab, sebelumnya tak pernah menyangka akan mengalami nasib tragis seperti itu.

Diwawancarai radarlampung.co.id, Umar (54) ayah dari almarhum Harmoko dan adik dari almarhum Amir (54) dan paman dari Hendri Sujito suami dari almarhumah Sutriani (23) mengatakan, pihak keluarga tak menyangka tiga anggota keluarga akan pergi secepat itu. Sebab, tak ada firasat ataupun tanda-tanda tertentu atau hal aneh sebelumnya.

“Kami terus terang kaget. Sebab, nggak menyangka akan terjadi musibah ini,” ujarnya dengan suara bergetar dan tercekat, Jumat (23/3).

Umar meneruskan, hanya dirinya selalu gelisah dan badan lemas dalam beberapa hari terakhir.

“Saya lemes aja badan dalam beberapa hari ini, nggak tahu kenapa. Tapi ya nggak menyangka terjadi. Kami mengikhlaskan kepada Allah SWT, sebab ini adalah takdir dari yang maha pemberi hidup, kapan pun bisa untuk memanggil kembali,” ungkapnya.

Hanya saja, lanjut Umar, sang istrinya yakni Puji Lestari yang sehari-hari bekerja sebagai PNS di Lampung Tengah, mengadu kepada dirinya kalau badannya juga merasa lemas dan matanya berkedut terus.

“Istri saya memang cerita, kok dia lemas ya badannya. Selain itu matanya berkedut terus, istilah bahasa Jawa kedutan gitu mas. Hal itu juga dikatakan oleh cucu saya, anak dari Harmoko, dia mengatakan matanya juga kedutan terus,” kisahnya.

Selama ini, kata kakek tiga cucu tersebut, dirinya tak pernah khawatir kepada Hendri yang sering ke Lampung-Tangerang mengendarai mobil Jazz. Menurutnya, mobil Jazz warna biru tersebut baru dikredit oleh Hendri, suami dari Sutriani sejak setahun terakhir. “Baru ngambil juga itu mobil, angsurannya baru setahun ini. Hendri yang ambil dan kalau nggak salah itu asuransi. Selama ini memang sering ke Lampung dan Tangerang,” ungkapnya.

Diketahui, empat korban jiwa tiga diantaranya meninggal dunia dan satu luka berat. Amir (54) warga dusun V RT11 RW 05 desa Sribasuki kec.  Kalirejo Lamteng. Sutriani (23)  alamat dusun Jatianom desa  Sonoharjo kec.  Wonogiri kabupaten  Wonogiri, Jawa Tengah dan Harmoko (36),  warga Dusun V RT 12 RW 05 desa Sribasuki kec. Kalirejo  Lampung Tengah.

Sedangkan pengemudi Jazz adalah Hendri Sujito (28), merupakan suami dari Sutriani dan anak dari Amir serta keponakan dari Harmoko. Adapun Harmoko adalah anak dari Umar. Sampai saat ini, Hendri masih dirawat intensif di RSUD Abdul Moeloek Bandarlampung. (rlo/gus)

Komentar

Rekomendasi