oleh

Memilukan, Sekeluarga Korban Tewas Ternyata Akan Hadiri Pernikahan

radarlampung.co.id – Kisah pilu ternyata ada di balik tragedi kecelakaan beruntun di tanjakan Tarahan, Lampung Selatan, Kamis (22/3). Satu keluarga yang meninggal menumpang Honda Jazz nopol B 1266 SVB warna biru, ternyata hendak pulang dari Tangerang, Banten ke Desa Sribasuki, Kalirejo, Lampung Tengah.

Empat korban jiwa tiga diantaranya meninggal dunia dan satu luka berat. Amir (54) warga dusun V RT11 RW 05 desa Sribasuki kec.  Kalirejo Lamteng. Sutriani (23)  alamat dusun Jatianom desa  Sonoharjo kec.  Wonogiri kabupaten  Wonogiri, Jawa Tengah dan Harmoko (36),  warga Dusun V RT 12 RW 05 desa Sribasuki kec. Kalirejo  Lampung Tengah.

Sedangkan pengemudi Jazz adalah Hendri Sujito (28), merupakan suami dari Sutriani dan anak dari Amir serta keponakan dari Harmoko. Adapun Harmoko adalah anak dari Umar. Sampai saat ini, Hendri masih dirawat intensif di RSUD Abdul Moeloek Bandarlampung.

Diwawancarai radarlampung.co.id, Umar (54) ayah dari Harmoko menyatakan kesedihan mendalam. Sebab, sedianya satu keluarga itu akan pulang ke Sribasuki, Kalirejo untuk menghadiri pernikahan salah satu kerabat pada Sabtu (24/3) di Sribasuki.

“Jadi saya dan Amir itu kembar. Saya punya anak Harmoko dan Amir punya anak namanya Hendri. Sedangkan Sutriani itu menantunya Amir. Rencananya mereka akan pulang untuk menghadiri pernikahan keponakan saya yakni Misdi (25) yang akan menikah dengan anak dari Gadingrejo, Pesawaran, Sabtu (24/3) di Sribasuki. Saya kan delapan bersaudara diantaranya dengan Amir,” ujarnya via ponselnya.

Dikatakan, selama ini Hendri dan Amir menetap di Tangerang Banten, bekerja di Perusahaan Otobus (PO) Arimbi. Hendri sebagai pengurus PO Arimbi, Harmoko sebagai checker (petugas pengecek) bus Arimbi, dan Amir bekerja di Kantin PO Arimbi di Tangerang. “Jadi semua mereka kerja di Arimbi. Semua orang lapangan,” tandasnya.

Sembari menahan kesedihan, Umar menyatakan bahwa selama ini memang keponakannya itu sering bolak-balik Lampung-Tangerang. “Ya biasa, sudah seperti anak sendiri. Dia minta ongkos, ya nggak ada masalah. Keluarga baik-baik semua,” ucapnya.

Umar menceritakan, anak dari Harmoko ada tiga orang yang masih SD. Mereka saat ini diasuh oleh Umar dan keluarga lainnya. Sedangkan Hendri dan Sutriani belum memiliki keturunan meski sudah menikah selama tiga tahun.

“Nggak tega juga melihat anak-anak Harmoko yang masih kecil SD. Tapi ya mau bagaimana lagi, saya serahkan semuanya kepada Allah SWT. Namanya ini adalah suratan Allah SWT, kita harus menerima dengan ikhlas,” ucapnya. (rlo/gus)

 

Komentar

Rekomendasi