oleh

Kos-kosan di Metro Dirazia, Ini Hasilnya..

radarlampung.co.id – Razia penyakit masyarakat (pekat) yang digelar oleh gabungan dari Kepolisian Resort (Polres) Kota Metro dengan Kepolisian Sektor (Polsek) di lima Kecamatan di Kota Metro, Sabtu (24/3) malam. Hasilnya, mayoritas pelajar terjaring.

Remaja pelajar itu diciduk di Kostan di Jalan Suttan Syahrir, Mulyojati, Metro Barat. Polisi dengan sigap memeriksa rumah kos beserta isinya, didapati kendaraan tak bersurat-surat serta remaja yang tak beridentitas.

Ketika digerebek, remaja itu tengah asik duduk di depan kamar kos dan mengaku tidak mengkonsumsi miras.

Dari data yang dihimpun ke delapan pelajar itu adalah DA (18) pelajar SMK Ma’Arif Metro, AF (16) pelajar SMA 4, AS (14) pelajar SMP Muhamadiyah Metro, FPS (16) pelajar SMP YPI Metro, IA (15) pelajar SMA N 6 Metro, dan tiga lainnya berinisial CS (23), G (21), serta AA (17) wanita asal Sukadana Lampung Timur.

“Tadi baru dateng. Ya kami tadi gak minum-minum kok tapi kalau minum tuak ya pernah,” kata DA ketika ditanyai.

Waka Polsek Metro Barat IPDA Kosim TR, S.H menjelaskan, razia ini perintah dari Kapolres dengan sasaran pekat. Ia menambahkan bahwa kosan di lokasi itu disinyalir sebagai tempat prostitusi.

“Kost-kosan itu memang tidak dijaga pemiliknya. Ya saya berharap pemilik kos membuat peraturan, kalau perempuan ya perempuan saja kalau laki-laki ya laki-laki saja,” ujarnya.

Ipda Kosim, SH menambahkan untuk pelajar yang diamankan itu tidak dikenakan sanksi pidana. “Karena tidak ada unsur pidana maka mereka hanya dibina. Kemudian membuat surat pernyataan didampingi pihak keluarga, jika tiga kali berbuat demikian maka dikirim ke dinas sosial,” tutupnya.

Kepala UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Metro Joko Santoso mengatakan, sekolah bertanggung jawab mengawasi anak didiknya.

“Ketika di sekolah pembinaan dan pengawasan tanggung jawab sekolah. Sebaiknya tempat kos yg penghuninya siswa SMP/SMA atau SMK harus ada bapak atau ibu kos sehingga ada pengawasan demikian,” ujarnya.

Dia juga berharap aparat RT dan Bhabinkamtibmas terdekat harus ada pengawasan dan pembinaan secara berkala. (rnn/gus)



Komentar

Rekomendasi