oleh

Dewan Pers Verifikasi Perusahaan Pers di Lampung

radarlampung.co.id – Verifikasi Perusahaan Pers di Lampung dilakukan secara faktual oleh Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar, Selasa (10/4).

Verifikasi Dewan Pers untuk Radar Lampung Radio 99,2 FM. Foto M. Tegar Mujahid/Radar Lampung

Dalam kunjungan verifikasi perusahaan pers, Ahmad Djauhar berkunjung ke sejumlah perusahaan pers. Diantaranya grup Radar Lampung di Graha Pena Lampung.

Verifikasi faktual Radar Lampung TV diterima General Manager Radar Lampung TV, Adi Kurniawan. Foto M. Tegar Mujahid/Radar Lampung

Diantaranya, Radar Lampung Radio 99,2 FM, Radar Lampung TV, Radar Lampung Online yakni radarlampung.co.id, Lampung News Paper, Radar Lamsel. Selain itu juga beberapa media lainnya seperti Bongkar Post, Harian Momentum.

Verifikasi Dewan Pers oleh Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar untuk Radar Lampung Online diterima General Manager Radar Lampung Online M. Agus Purnomo. Foto M. Tegar Mujahid/Radar Lampung

Verifikasi faktual Dewan Pers diterima oleh Direktur Operasional Radar Lampung Taswin Hasbullah yang juga owner Radar Lampung Radio. Selanjutnya General Manager Radar Lampung TV H. Adi Kurniawan, General Manager Radar Lampung Online M. Agus Purnomo, General Manager Lampung Newspaper Senen, General Manager Radar Lamsel Khairul, General Manager Radar Lampung Radio Riedho, beberapa perwakilan pimpinan Harian Momentum Nurjanah dan perwakilan pimpinan Bongkar Pos.

“Di Indonesia saat ini ada 47 ribu media di Indonesia. Diantaranya, ada 43 ribu media online,” ungkap Djauhar.

Verifikasi perusahaan pers Lampung News Paper oleh Wakil Ketua Dewan Pers Ahmad Djauhar diterima oleh General Manager Lampung Newspaper Senen. Foto M. Tegar Mujahid/Radar Lampung

Dalam keterangannya, Djauhar menegaskan, bahwa masih banyak PR. Diantaranya, ada yang belum berkualitas. Sehingga ini merusak keseluruhan sistem kerja perusahaan pers dan jurnalis.

“Kita ingin perusahaan yang proper. Sebab, sebagian besar masih belum bagus. Dan ini yang merusak. Mereka asal ambil konten tanpa dilihat dulu,” ungkapnya.

Terkait verifikasi perusahaan pers, sambung dia, penyelenggaraan perusahaan pers, mereka menjalankan fungsi yang sudah ditentukan perusahaan pers. (rlo/gus)

Komentar

Rekomendasi