oleh

DPO Selama Delapan Bulan, DPO Kejari Tuba Ini Berhasil Diringkus

radarlampung.co.id – Terpidana Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulang Bawang, berhasil ditangkap Tim Kejaksaan Tinggi (Kejati) Lampung bersama Tim Kejari Tulang Bawang, Kejari Langsa dan Polsek Langsa, Aceh, NAD.

Terpidana DPO tersebut bernama Zulkiran Alias Zul (44), warga Aceh. Ia ditangkap saat sedang makan dikediamannya diwilayah Jalan Ahmad Ibrahim, Langsa, Aceh, NAD, Selasa (11/4).

Terpidana dinyatakan bersalah telah melanggar tindak pidana Narkotika sesuai dengan Put MA RI no.1649K/Pid.Sus/2017 tanggal 30 Agustus 2017, dengan masa kurungan penjara selama 20 tahun.

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Lampung, Jaja Subagja mengatakan, penangkapan tersebut berawal adanya informasi seseorang yang profilnya sama dengan terpidana DPO. Dari informasi itu, kemudian tim melakukan penyelidikan.

Baca :   Uji Kesabaran Polisi dengan Senpira, Dapat Hadiah Dua Peluru di Kaki

“Setelah yakin bahwa terpidana yang kita cari, baru tim Kejari Tulang Bawang bersama tim Kejari Langsa Aceh dan anggota Polsek Langsa melalukan penangkapan Dikediamannya,” jelasnya kepada radarlampung.co.id, Jum’at (13/4).

Lanjut Jaja, ia menjelaskan, terpidana merupakan satu diantara enam perkara splitan. Terpidana ditetapkan tersangka atas perkara narkoba jenis ganja sebanyak 1,6 ton.

“Saat itu mobilnya yang dikemudikan Alfian ditemukan ganja sebanyak 1,6 ton. Saat menjalani persidangan Alfian diputus Pengadilan Tulang Bawang dengan kurungan penjara seumur hidup,” ujarnya.

Baca :   Uji Kesabaran Polisi dengan Senpira, Dapat Hadiah Dua Peluru di Kaki

Setelah itu, saat terpidana DPO melakukan sidang, dirinya dibebaskan oleh Pengadilan Tulang Bawang dengan alasan bahwa narkoba tersebut bukan milikya. Namun, setelah Jaksa Penuntut umum (JPU) mengajukan kasasi, terpidana diputus dengan kurungan penjara selama 20 tahun dengan denda sebesar Rp1 miliar sub enam bulan penjara.

“Terpidana dikenakan Pasal 114 junto 132. Setelah memilik kekuatan hukum tetap, kami langsung mencari keneradaanya sejak bulan agustus 2017 lalu. Alhasil, kami berhasil menemukannya di Langsa, Aceh,” tuturnya. (adm/nca/ang)

Komentar

Rekomendasi