oleh

Begini Cara Warga Mengubah Musibah Menjadi Berkah

Wajah Rustam, petani kepiting, tampak gundah saat ditemui di kantor Kelurahan Kariangau, Balikpapan, Rabu (11/4). Masalahnya, tambak kepiting yang dikelolanya terdampak ceceran minyak yang menyebar dari Teluk Balikpapan.

SELEPAS tumpahan minyak dua pekan lalu, banyak kepiting peliharaan yang akan diekspor terpapar minyak sehingga tidak dapat dijual. Padahal, tambak tersebut merupakan sumber penghasilan utamanya bersama 31 rekannya.

Kegundahan yang dia alami menguap seketika saat menyaksikan relawan dan satgas menanggulangi musibah yang terjadi 31 Maret lalu itu terus bergerak.

Tetapi dalam benaknya masih mempertanyakan apakah usaha tambak kepitingnya bisa kembali seperti sedia kala? Apa yang harus dilakukannya untuk kembali bangkit?

Melihat kasus tumpahan minyak ini, sejatinya pernah terjadi di Kilang RU VI Balongan, Kabupaten Indramayu. Namun, kala itu penyebabnya berbeda.

Ali Sadikin, warga yang juga ketua Kelompok Tani Mangrove Pantai Lestari, Kecamatan Karangsong, Indramayu, berkisah.

Pada2008, ceceran minyak juga menutupi sebagian Pantai Karangsong karena musibah kebocoran pipa dari Kilang Balongan.

“Banyak ikan-ikan mati di sekitar ceceran minyak tersebut. Biota laut yang lainnya pun mengkhawatirkan kondisinya,” ujar Ali.

Namun, Ali bersyukur, Pertamina menunjukkan komitmennya sebagai perusahaan besar dan peduli pada lingkungan. Perlahan, Pertamina merangkul masyarakat Karangsong untuk bahu-membahu memulihkan ekosistem pesisir Karangsong yang terdampak ceceran minyak dari Kilang Balongan.

“Dibantu Pertamina, kami menanam mangrove dari nol. Karena sebelum terjadi musibah, memang di sini sudah sedikit hutan mangrove yang tersisa karena banyak nelayan yang tergiur membuat tambak sehingga mengubah hutan mangrove yang ada menjadi tambak. Alhamdulillah, setelah lima tahun proses pemulihan, semua biota laut kembali seperti semula. Bahkan sekarang Pantai Karangsong tidak terkena abrasi. Kawasan ini malah berkembang menjadi destinasi wisata untuk masyarakat sekitar bahkan turis domestik lainnya,” urai pria yang pernah menerima penghargaan Indonesia Green Award 2015 sebagai inspirator di bidang lingkungan.

Dari pengalaman tersebut, Ali memberikan motivasi kepada masyarakat sekitar kilang Balikpapan untuk tidak khawatir dengan pemulihan karena musibah yang terjadi saat ini.

“Asal masyarakat sekitar mau berjuang bersama-sama dengan Pertamina dan didukung pemerintah daerah, insyaallah, semua akan kembali seperti semula,” tuturnya menggebu.

Ali juga yakin, di mana pun Pertamina beroperasi, badan usaha milik negara (BUMN) itu berkomitmen penuh pada lingkungan. Seperti yang ditunjukkan di Pantai Karangsong, Indramayu.

“Setahu saya, Pertamina tidak pernah setengah-setengah membantu masyarakat. Bisa saja daerah yang sekarang terdampak bisa dikembangkan lebih baik seperti yang kami alami di Pantai Karangsong,” ungkapnya. (jpg/gus)

Komentar

Rekomendasi