Berita Lainnya Langkah BEM Unila Sebagai Kordinator Pusat Forum Perempuan BEM se-Indonesia

Langkah BEM Unila Sebagai Kordinator Pusat Forum Perempuan BEM se-Indonesia

BEM Universitas Lampung (Unila) sebagai Kordinator Pusat Forum Perempuan BEM Se-Indonesia, membuka acara konsolnas forum perempuan di Kalimantan, Universitas Tanjung Pura Pontianak, Minggu (15/4). Foto IST for radarlampung.co.id

radarlampung.co.id – BEM Universitas Lampung (Unila) sebagai Kordinator Pusat Forum Perempuan BEM Se-Indonesia, secara resmi membuka acara konsolnas forum perempuan di Kalimantan, Universitas Tanjung Pura Pontianak, Minggu (15/4) lalu.

Presiden BEM Universitas Lampung Muhammad Fauzul Adzim mengatakan Konsistensi BEM Unila menerima amanah sebagai kordinator pusat forum perempuan sangat diperlukan untuk menciptakan suasana yang kondusif atas gerakan perempuan se-Indonesia.

“Saya sangat support menteri BEM bidang Pemberdayaan dan Pergerakan Wanita untuk totalitas mengelola Forum perempuan BEM se-Indonesia ini untuk perbaikan moral bangsa,”ujar Fauzul, Minggu (15/4).

Selanjutnya dari Kordinator Pusat Forum Perempuan BEM SE Indonesia Rofi Fauziyah Jihadi yang juga menteri PPW BEM UNILA juga menyampaikan pemimpin-pemimpin besar, seseorang yang kuat pasti dilahirkan dari seorang perempuan.

“Sosok perempuan adalah madrasah pertama bagi anak-anaknya maka orang sukses, lelaki hebat itu ialah hasil dari perjuangan perempuan, maka moralitas yg dimiliki pemimpin-pemimpin masa depan ialah bentukan perjuangan dari pendidikan seorang perempuan yang mendidiknya dari kecil sampai dewasa tidak terlepas dari peran ibu,”ujarnya.

Ia melanjutkan, adanya forum perempuan BEM ini bertujuan adanya fungsi supporting system Aliansi BEM Seluruh Indonesia, berfungsi sebagai wadah peningkatan kapabilitas diri mahasiswa putri yang universitasnya tergabung dalam aliansi BEM SI dan bidang sosial politik dan pergerakan mahasiswa.

Forum ini juga berfungsi sarana tukar informasi antar sesama kampus dan bertukar informasi, terutama yang terkait informasi gerakan BEM SI.

“Jika perempuannya tidak dibekali dengan pendidikan yang bermoral, perempuannya tidak dibekali dengan karakter yang benar, dan dengan jiwa kepemimpinan maka saya yakin kedepan indonesia akan mengalami kemunduran kepemimpinan dan moralitas,”ujarnya.

Oleh karena itu perkuat karakter perempuan, perkuat akhlaknya, dengan gerakan-gerakan positif, maka saya yakin Indonesia akan mempunyai karakter dan moral yang kuat. (ynk/ynk)

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar Anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini